palestina hamas-fatahGaza, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyerukan kepada rakyat Palestina agar keluar rumah pada hari ini, Jumat (23/10) untuk menggelar demonstrasi “Jumat Amarah” demi perjuangan melawan rezim Zionis Israel. Bersamaan dengan ini dilaporkan bahwa kepanikan dan trauma melanda warga Zionis Israel sehingga terjadi insiden di mana satu warga Zionis tewas ditembak oleh sesama warga Zionis sendiri akibat kepanikan.

Sebagaimana dilaporkan Palestinian Information Center (PIC), Hamas dalam statemennya, Kamis (22/10), menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina di Tepi Barat supaya terlibat aktif dalam demonstrasi akbar yang akan digelar segera setelah shalat Jumat di semua wilayah. Hamas juga menyerukan perlawanan terhadap pasukan Zionis di semua titik kontak rakyat Palestina dengan Israel.

Hamas juga menyerukan lagi kepada rakyat Palestina supaya tidak membawa bendera dan atribut masing-masing faksi, melainkan cukup mengibarkan bendera Palestina sebagai pesan akan pentingnya persatuan nasional Palestina dalam intifada.

Hamas menegaskan bahwa demonstrasi akbar ini digelar sebagai peringatan bagi kaum Zionis Israel bahwa gelombang panangkapan yang dilakukan pasukan Zionis terhadap orang-orang Palestina tidak akan dapat membendung gelora intifada untuk membela Masjidil Aqsa.

Hamas memastikan bahwa operasi serangan yang dilakukan para pejuang Palestina terhadap orang-orang Zionis belakangan ini telah menyakitkan Israel dari semua sisi. Karena itu Hamas mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina dan meminta mereka agar tetap bersabar, mengikuti jejak para syuhada, dan berharap pahala dari Allah Swt.

Sementara itu, kepanikan dan trauma melanda kaum Zionis Israel. Satu warga Zionis tewas ditembak oleh petugas perusahaan keamanan swasta Israel karena dikira orang Palestina. Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa korban ditembak setelah terlibat percekcokan dengan dua petugas bersenjata setelah turun dari bus.

Sebelumnya, satu pekerja asal Eritrea ditembak oleh petugas keamanan Israel kemudian dimassa karena juga dikira sebagai orang Palestina dalam peristiwa serangan pemuda Palestina di terminal bus di kota Beersheba, Israel (Palestina pendudukan 1948), yang menewaskan seorang perwira Israel dan melukai belasan lainnya,Minggu malam lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL