Khaled MashaalDoha, LiputanIslam.com – Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas, Khaled Mashal, menyambut gembira keputusan Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Eropa menghapus nama Hamas dari daftar hitam organisasi teroris. Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keputusan tersebut dan meminta supaya Hamas kembali dicantumkan dalam daftar itu.

Mashal mengatakan bahwa tindakan Eropa sebelumnya mencantumkan Hamas dalam hitam bukan saja tidak realistis melainkan juga merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan semua prinsip yang menegaskan bahwa melawan penjajahan adalah hak setiap bangsa.

“Adalah keuntungan bagi UE apabila bertindak sejalan dengan hukum internasional dan berlandaskan kriteria yang jelas dan transparan serta tidak tertipu oleh aksi penyesatan yang dilakukan oleh Zionis yang berusaha menggandeng masyarakat internasional dengan segala cara,” ungkap Mashal dalam wawancara dengan Middle East Monitor, Rabu (17/12).

Dia meminta Eropa menyesuaikan diri dengan keputusan pengadilan tersebut dan mengambil tindakan yang relafan untuk menghapus Hamas dari daftar hitam UE serta menghormati kehendak dan aspirasi bangsa Palestina.

Lebih jauh dia berharap masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, bersedia memegang inisiatif serta “menebus kesalahan di masa lalu” yang semua orang mengetahuinya terjadi akibat tekanan Israel.

“Sejak Hamas didirikan pada 27 tahun silam sampai sekarang, perlawanan dan perjuangan gerakan ini dilakukan hanya di dalam wilayah pendudukan dan terhadap musuh, Zionis sang perampas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Ini merupakan hak yang alami bagi Hamas dan semua pihak yang dijajah. Semua agama dan undang-undang internasionalpun juga menegaskan hak ini, dan bangsa-bangsa di berbagai penjuru dunia juga telah bangkit berjuang melawan kekuatan-kekuatan imperialis dan penjajah.”

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta supaya Hamas segera dicantumkan kembali dalam daftar hitam kelompok teroris.

“Kami tidak puas dengan penjelasan UE bahwa penghapusan Hamas dari daftar kelompok teroris hanya sekedar persoalan teknis. Kami berharap Hamas dicantumkan lagi ke dalam daftar itu,” pintanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL