hamas iran mahmoud al-zahar

Foto Mahmoud al-Zahar dengan latar belakang bendera Iran

Doha, LiputanIslam.com – Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Mahmoud al-Zahar mengatakan bahwa faksi pejuang Palestina ini menjalin hubungan erat dengan Iran dan Hizbullah yang bermazhab Syiah adalah karena Teheran dan Hizbullah bermusuhan dengan Rezim Zionis Israel. Dia menegaskan bahwa keislaman dan perlawanan terhadap Israel adalah tolok ukur bagi Hamas sehingga gerakan ini tidak mengharapkan perpecahan Sunni dan Syiah.

“Antipati Iran terhadap Rezim Zionis menjadi sebab persatuan kami dengan Teheran, dan hubungan kami dengan negara ini tidak memperkenankan kami untuk mendikte kebijakan-kebijakannya, dan merekapun juga tidak mendikte kebijakan- kebijakan kami dalam berbagai persoalan. Titik persamaan kami dengan Iran ialah interes kolektif dan musuh bersama yang menduduki tanah air kami,” paparnya dalam wawancara dengan koran Qatar, al-Sharq, saat ditanya pandangan Hamas mengenai pengaruh militer dan politik Iran di kawasan Timur Tengah, khususnya Suriah, Irak, dan Yaman seperti dikutip kantor berita Palestina, SAMA, Selasa (29/3).

Dia melanjutkan, “Dari segi akidah Teheran bermasalah dengan Rezim Zionis, dan kami memandang hal ini menguntungkan kami. Yang patut ditanyakan ialah bahwa jika Venezuela mengatakan kepada kami, ‘Kami akan membantu kalian,’ maka kami akan mengatakan kepada negara ini, ‘Kami tidak akan menerima bantuan dari kalian, sebab kalian berasal dari Amerika Latin.”

Al-Zahar kemudian menyayangkan hasrat sebagian negara Arab menjalin hubungan baik dengan Israel.

“Adalah keliru anggapan sebagian orang diantara negara-negara Arab dan Islam bahwa menjalin hubungan baik dengan Rezim Zionis akan membuat mereka aman dari agresi rezim ini. Pandanglah negara-negara Arab dengan tinjauan bagaimana Israel dapat terpukul. Ini (Rezim Zionis) adalah sebuah proyek perampasan, dan kaum Zionis tidak berhak berada di tanah air kami. Tujuan kami ialah memusnahkan Rezim Zionis, dan masalah ini tertera dalam akhir Surat al-Isra’”.

Mengenai hubungan dengan pemerintah Suriah dia mengatakan bahwa dewasa ini hubungan Hamas dengan Damaskus masih terputus secara total. Sedangkan mengenai kebersamaan dengan Hizbullah, Lebanon, dia mengatakan, “Hizbullah melakukan perlawanan (muqawamah) terhadap Rezim Zionis di sisi selatan (Lebanon), dan tolok ukur kami adalah perlawanan terhadap rezim ini.”

Terkait dengan kunjungan Kepala Biro Politik Hamas Khaled Meshaal ke Arab Saudi yang oleh sebagian pengamat dinilai sebagai bermulanya hubungan antara Saudi dan Hamas, al-Zahar menjelaskan, “Kebijakan Hamas sudah jelas, gerakan ini mengharapkan hubungan yang sama dengan setiap umat Islam dengan segala suku, bangsa dan mazhabnya. Mengenai hubungan kami dengan orang-orang Syiahpun harus kami katakan bahwa kami tidak mencari perpecahan. Kami tiak mengatakan ini Sunni, ini Syiah, dan ini Kurdi. Kami mengharapkan hubungan baik dengan seluruh umat Islam.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL