Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Saleh Arouri, yang berkunjung ke Iran selaku ketua delegasi Hamas menyatakan faksi ini bersikap netral dan tidak berpihak kepada siapapun dalam krisis Suriah, dan hubungannya dengan Iran dan Hizbullah tidaklah berkaitan dengan Suriah.

Dalam wawancara dengan koran Sharq milik Iran yang dilansir Selasa (24/10/2017) Arouri menyatakan Hamas sejauh ini belum menjalin hubungan lagi dengan Suriah.

“Suriah masih dalam situasi perang, kami berharap perang ini selesai secepatnya, dan keamanan dan perdamaianpun segera pulih,” katanya.

Dia menambahkan, “Perang semula terjadi di jalanan, jalur, dan kota-kota Suriah. Dalam kondisi demikian kami menjauhi medan perang agar kami tidak menjadi bagian dari konflik ini, kami belum dan tidak akan pernah berpihak kepada pihak manapun di Suriah.”

Ditanya mengenai sejauh mana kepercayaan Teheran kepada Hamas setelah Hamas membiarkan Iran sendirian dalam krisis Suriah, Arouri mengatakan, “Tak ada permintaan dari siapapun kepada kami untuk bekerjasama dengannya agar kami memihak kepada satu pihak, atau kelompok, atau negara dalam konflik-konflik regional. Ini belum pernah terjadi di masa lalu, sekarang, dan bahkan di masa mendatang.”

Saleh Arouri menegaskan bahwa hubungan antara Hizbullah dan Iran semata-mata berkenaan dengan urusan muqawamah (resistensi terhadap Israel), dan hubungan ini bersifat strategis, bukan taktis.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Hamas juga berharap memiliki hubungan yang baik dengan Arab Saudi.

“Kami ingin memiliki hubungan yang baik dengan Saudi agar menjadi maslahat bagi aspirasi bangsa Palestina,” ungkapnya. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL