hamas abu marzoukGazaCity, LiputanIslam.com –   Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Mousa Abu Marzouk mengaku pihaknya terus meneropong pendirian Iran terkait Palestina serta menilai hubungan yang sempat tegang antara Iran dan Hamas sebagai kondisi yang “dibuat-buat dan tanpa alasan”.

Sebagaimana diberitakan Alalam, Kamis (20/8), Abu Marzouk dalam tulisan di halaman Facebooknya memandang Iran pasca perjanjian nuklir akan memainkan peranan kunci dalam penyelesaian berbagai krisis di Timteng.

Menurutnya, kesepakatan nuklir antara Iran dan AS akan berdampak besar pada konstalasi Timteng, terutama setelah Washington mulai memandang Teheran sebagai mitra dalam penyelesaian krisis dan mengabaikan sikapnya terdahulu yang bersikukuh menuding Iran sebagai negara yang mensponsori “teroris”, terutama di Palestina.

“Iran memrioritaskan kontra-terorisme, terutama di Irak dan Suriah di mana AS juga mengklaim demikian, dan ini menunjukkan realitas bahwa Iran harus memainkan peranan mendasar dalam penyelesaian berbagai krisis Timteng,” tulisnya.

Dia juga menyebutkan, “Hal yang penting bagi kami ialah tidak berubahnya sikap Iran dalam persoalan Palestina.”

Dia mengingatkan bahwa perubahan situasi di Timteng berlangsung dengan sangat cepat dan belum tenang sampai sekarang. Namun demikian, lanjutnya, hal yang tetap solid dan tak berubah ialah prinsip bahwa setiap orang Palestina berhak untuk kembali ke kampung halaman dan tanah leluhurnya yang kini dijajah oleh kaum Zionis Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL