palestina sami abu zuhri jubir hamasGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki-moon mengupayakan secepatnya pembebasan Jalur Gaza dari blokade Israel. Hamas menegaskan bahwa tidak adanya pengakuan PBB terhadap kejahatan perang Israel dalam invasinya selama 50 hari ke Jalur Gaza merupakan kesalahan yang semestinya ditebus dengan upaya mencabut sepenuhnya blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

“Ban Ki-moon ikut terlibat dalam sikap mendiamkan kejahatan Israel di Rafah di bagian selatan Jalur Gaza dalam perang yang terjadi beberapa waktu lalu. Kami meminta kepadanya supaya melakukan tindakan untuk mengakhiri sepenuhnya blokade terhadap Gaza serta menunaikan tanggungjawabnya terhadap para korban perang ini,” ungkap Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri, sebagaimana dilansir situs Falastin al-Youm, Selasa (14/10).

Pernyataan ini dikemukakan Hamas ketika Ban Ki-mon sedang berkunjung ke Jalur Gaza dan meninjau beberapa lokasi kerusakan yang ada di sana.

Dia masuk ke Jalur Gaza dari Israel melalui pintu perbatasan Erez. Dia meninjau kondisi kehancuran di distrik Shejaiya kemudian menyebutkan bahwa kehancuran di sana sangat parah dan tak terlukiskan lagi dengan kata-kata.

Ketika terjadi Perang Gaza dan tak lama setelah tersiar kabar hilangnya satu tentara Israel di Gaza, Ban sempat menuduh Hamas melanggar gencatan senjata, namun tuduhan itu dibantah oleh Hamas dan di kemudian hari terbukti bahwa tuduhan itu tidak benar.

Ketika berada di Kairo, ibu kota Mesir, beberapa hari lalu dia mengatakan bahwa keberhasilan rekonstruksi Gaza memerlukan adanya pilar-pilar politik yang kuat di Palestina. Dia menyambut gembira adanya kesepakatan segi tiga di bawah pengawasan PBB untuk menjamin pemasokan material bangunan ke Jalur Gaza dan penyelenggaraan perundingan mengenai pemerintahan rekonsiliasi nasional Palestina yang akan dipimpin oleh Rami Hamdalah di Jalur Gaza.

“Pesan saya untuk semua pihak jelas, yaitu supaya situasi yang kondusif bagi penegakan perdamaian, kesepahaman bersama dan penghormatan terhadap hak asasi manusia diperkuat,” ujarnya.

Dia menyerukan kepada semua pihak supaya menjadikan perundingan yang akan diselenggarakan di Kairo sebagai momentum untuk memperkuat perjanjian gencatan senjata dan tidak ada pihak manapun yang melakukan tindakan secara sepihak.

Sekjen PBB memberitahukan bahwa bantuan yang akan diberikan untuk rekonstruksi Jalur Gaza adalah sebesar 2.1 milyar Dolar Amerika Serikat.

Lebih jauh dia juga menyebutkan Perang Gaza telah membunuh lebih dari 2,100 orang Palestina dan 70 orang Israel, sementara sepertiga penduduk Gaza mengungsi dengan kondisi banyak di antara mereka yang tidak mungkin bisa segera pulang karena rumah mereka hancur total.

Selain itu dia juga menyatakan bahwa lebih dari 450,000 warga menderita krisis air bersih, dan puluhan rumah sakit dan sekolah juga rusak akibat serangan pasukan Zionis Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL