Gaza, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, di Jalur Gaza, menyerukan kepada otoritas Palestina di Tepi Barat agar mengumumkan “keruntuhan proses negosiasi” dengan Israel, menyusul keputusan partai Likud dan otoritas Israel untuk memasukkan daerah-daerah permukiman Zionis di Tepi Barat ke dalam wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Jubir Hamas Abdul Latif Al-Qanou dalam statemennya, Senin (1/1/2018), menegaskan bahwa perlawanan terhadap keputusan Likud memerlukan “penghentian koordinasi keamanan dan pengumuman ambruknya negosiasi.”

“Keputusan Likud harus dihadapi dengan meluruskan jalur Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menuju pilihan rakyat Palestina berupa muqawamah (resistensi) untuk menghadapi dan menggagalkan rencana penutupan perkara dan mengembalikan hak rakyat yang ternistakan,” tegasnya.

Minggu malam lalu Fatah dan Hamas telah mengecam keputusan Likud. Sebelumnya di malam yang sama Likud sepakat untuk memaksakan kewenangan Israel terhadap daerah-daerah permukiman Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pemimpin Pusat Partai Likud Haim Katz mengatakan, “Daerah-daerah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Israel, dan akan tetap berada di bawah kedaulatan Israel untuk selamanya.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL