hezbollah lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Memasuki minggu keempat serangan Israel ke Jalur Gaza, Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, meminta milisi Hizbullah yang berbasis di Lebanon supaya ikut membantu bertempur melawan negara Zionis tersebut.

“Kami berharap front Lebanon akan terbuka dan bersama kami memerangi formasi ini (Israel),” ujar Wakil Ketua Biro Politik Hamas Mousa Abu Marzouk kepada kantor berita berita Rusia, RIA Novosti, sebagaimana diberitakan media online The Daily Star yang berbasis di Lebanon, Rabu (30/7).

“Tak dapat dibantah bahwa resistensi Lebanon akan sangat berarti,” lanjut Abu Marzouk.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hasan Nasrallah pekan lalu menegaskan bahwa pihaknya akan berdiri bersama perjuangan rakyat Gaza melawan Israel.

“Hizbullah dan perlawanan Lebanon akan berdiri bersama kebangkitan rakyat Palestina, dan perlawanan bersemayam di hati kami,” ujar Nasrallah.

Sejak berakhirnya perang selama 33 hari antara Hizbullah dan Israel pada musim panas tahun 2006 kawasan Lebanon Selatan secara umum tenang dan stabil. Situasi sedikit tegang sejak Israel mulai menggempur Gaza dalam operasi militer bersandi “Protective Edge” dan kemudian dilawan dengan sengit oleh para pejuang Palestina di Gaza. Beberapa roket meluncur ke wilayah Israel dari Lebanon selatan. Peluncuran roket itu diduga berasal dari milisi Hizbullah sebagai bentuk solidaritas mereka dengan rakyat Palestina.

Meski demikian, ketegangan di Lebanon selatan kembali mencair setelah tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar patroli di sepanjang perbatasan antara Lebanon dan Israel untuk mencegah terulangnya kembali penembakan roket ke arah Israel.

Belum lama ini, Iran yang merupakan sekutu Hezbollah seolah memberi isyarat soal kemungkinan Hezbollah terlibat dalam pertempuran. Wakil Panglima Garda Revolusi Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menegaskan bahwa Perang Gaza adalah adalah awal dari proses kehancuran Israel. Dia juga menyebutkan bahwa milisi Hizbullah di Lebanon dapat menggempur Israel dengan rudal tanpa henti.

“Hizbullah sekarang mampu menghujani semua kota Israel dengan rudal tanpa henti,” tegasnya.

Hubungan Hamas dengan Hizbullah sempat dingin menyusul krisis pemberontakan di Suriah. Hamas mendukung oposisi Suriah, sedangkan Hizbullah mendukung pemerintah Suriah. Tapi belakangan kebekuan hubungan itu mencair menyusul kesuksesan pemilu Suriah yang menghasilkan keberlanjutan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan terutama lagi sejak Israel membombadir Jalur Gaza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL