Gaza, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, memberikan tanggapan kritis terhadap deklarasi sidang Dewan Pusat Palestina dengan menyatakan bahwa deklarasi itu merupakan keputusan yang harus diuji dengan konsistensi dan implementasinya di lapangan dan penyediaan segala sarana yang memadai untuk itu.

Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam siaran persnya, Senin malam (15/1/2018), menjelaskan bahwa sarana pertama yang harus disediakan ialah “Rumah Palestina” sesuai perjanjian Kairo 2011, dan upaya antisipasi berbagai dampak yang ada di tahap paling krusial yang terjadi sekarang dalam sejarah perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel.

Dalam deklarasi itu Dewan Pusat Palestina menegaskan bahwa otoritas Palestina membekukan pengakuannya Israel, menghentikan koordinasi keamanan dengan Israel, dan mengakhiri kebergantungan ekonomi kepada Israel yang telah ditetapkan dalam perjanjian ekonomi Paris. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*