Khaled-MeshaalDoha, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, kembali menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk upaya perlucutan senjata pejuang Palestina di Jalur Gaza. Hamas juga berterima kasih kepada negara-negara penyokong pejuang Palestina, khususnya Republik Islam Iran.

“Senjata kubu muqawamah (perlawanan anti Israel) adalah sesuatu yang sakral, dan kami tidak menerima hal ini diagendakan,” kata Ketua Biro Politik Hamas Khaled Meshal dalam jumpa pers di Doha, ibu kota Qatar, sebagaimana dilansir Rai al-Yaoum.

Dia menegaskan bahwa masalah senjata Hamas tidak dapat ditawar-tawar dan dirundingkan lagi.

“Dunia sekalipun tidak bisa melucuti senjata Hamas dan muqawamah,” tegasnya sembari mengingatkan bahwa perlucutan senjata pejuang Palestina adalah impian lama Rezim Zionis Israel.

Menurut Meshal, perang sengaja dikobarkan Israel di Jalur Gaza setelah Tel Aviv gagal memaksakan ambisinya melalui blokade Jalur Gaza, betapapun blokade ini telah banyak menyengsarakan penduduk Gaza.

Dia menegaskan bahwa para pejuang Palestina menang atas Israel berkat dukungan rakyat.

“Setiap orang Palestina dan orang yang merdeka di dunia ikut berpartisipasi dalam kemenangan ini… Kalian (orang-orang Palestina) jauh berbeda dengan kaum Zionis, sebab kemenangan ada di depan mata kalian, kebanggaan adalah milik kalian,” tandasnya.

“Salah satu hasil pertempuran terbaru ini ialah bahwa kita sebagai orang Palestina telah bersatu di medan laga, dalam perundingan, dan dalam segala sesuatu,” lanjutnya.

Meshal menilai apa yang terjadi bukanlah perkembangan terakhir, melainkan merupakan satu terminal besar di sebuah jalan yang mengarah kepada kemerdekaan Palestina.

“Perang telah menghantam teori bahwa tentara Zionis tak terkalahkan, telah menciptakan keseimbangan rasa takut, penderitaan dan hilangnya rasa aman satu sama lain, serta membenamkan teori kedigdayaan dan kepintaran kaum Zionis,” paparnya sembari menyebutkan bahwa pasukan Zionis telah berulang kali dipanikkan oleh kejutan demi kejutan dari kubu muqamawah Palestina.

“Perang kini sudah menyentuh jantung entitas Zionis,” tegas Meshal.

Lebih jauh dia memastikan bahwa dalam perang yang akan berkobar lagi di masa mendatang “Palestina akan mengerahkan segenap kemampuannya, bukan sebagiannya.”

Dia juga memastikan bahwa Perang Gaza yang terjadi selama 51 hari telah menimbulkan tekanan mental pada kubu Zionis.

“Perang ini telah menghancurkan mental kaum Zionis, dan sebagian besar mereka merasa kalah,” katanya.

Dia menegaskan lagi bahwa senjata para pejuang Palestina sebagai faktor kunci semua perkembangan, dan faktor ini pula yang menjamin segala bentuk kesepakatan dengan Israel.

Di bagian terakhir statemennya dalam jumpa pers di Doha, Ketua Biro Politik Hamas mengapresiasi dukungan sejumlah negara, terutama Republik Islam Iran, kepada para pejuang Palestina dalam perang melawan Israel.

Selain itu, dia juga berterima kasih kepada 300 warga Yahudi korban tragedi Holocaust yang telah mengirimkan surat berisikan kutukan terhadap kejahatan Rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL