GazaCity, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) merilis statemen berisikan pernyataan prihatin dan kecaman keras terhadap pernyataan “provokatif” Duta Besar Arab Saudi untuk Aljazair Sami bin Abdullah al-Saleh mengenai Hamas.

Seperti dilansir laman resmi Hamas, Kamis (13/7/2017), faksi pejuang Palestina ini menilai pernyataan al-Saleh menyalahi prinsip dan konvensi bangsa-bangsa Arab dan Islam yang selama ini menyokong cita-cita bangsa Arab Palestina.

“Hamas adalah gerakan perlawanan anti rezim pendudukan, dan kami bersama faksi-faksi perlawanan Palestina lainnya merupakan mata panah pertahanan negeri mikraj dan kiblat pertama umat Islam,” bunyi statemen Hamas tersebut.

Seperti pernah diberitakan, dalam wawancara dengan stasiun televisi Aljazair, al-Nahar, al-Saleh menuding Hamas organisasi teroris karena namanya tertera dalam daftar teroris.

“Hamas adalah kelompok teroris yang merencanakan konspirasinya di hotel-hotel bintang lima Qatar,”ujar al-Saleh.

Baca: Dubes Saudi Sebut Hamas Sebagai Teroris

Hamas mengaku heran terhadap tudingan ini, apalagi dinyatakan dari Aljazair yang selama ini dikenal sangat bersimpati kepada cita-cita dan perjuangan bangsa Palestina. Karena itu, Hamas mengimbau pemerintah Arab Saudi agar menyudahi pernyataan sedemikian rupa karena hanya akan mencoreng citra, sejarah, dan pendirian Arab Saudi terkait dengan perjuangan bangsa Palestina. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL