gaza pasca gencatanGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan pihaknya telah melakukan apa yang selama ini tidak dapat dilakukan oleh tentara negara-negara Arab. Di bagian lain, Kepala Kantor Perwakilan Hamas untuk Iran di Teheran merilis statemen berisikan ucapan terima kasih kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei dan seluruh rakyat Iran atas bantuan negara ini kepada rakyat dan pejuang Palestina. Bersamaan dengan ini hasil jajak pendapat di Israel menunjukkan keterpurukan popularitas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kami berhasil melakukan apa yang tak dapat dilakukan oleh semua tentara Arab,” kata Juru Bicara Hamas Sambi Abu Zuhri dalam jumpa pers di Rumah Sakit al-Shifa, Gaza, sembari menyampaikanucapan selamat kepada rakyat dan seluruh elemen bangsa Palestina, sebagaimana dilansir AFP hari ini, Rabu (27/8).

Menyusul kesepakatan gencatan senjata “tanpa batas waktu” yang diumumkan Selasa sore kemarin (26/8), masyarakat Palestina di Jalur Gaza turun ke jalan-jalan merayakan kemenangan para pejuang Palestina melawan agresi Rezim Zionis Israel sambil mengacung-acungkan dua jari membentuk huruf “V” sebagai isyarat “victory” atau kemenangan, sementara gema takbir membahana dari corong-corong masjid dari berbagai arah, di tambah dengan riuh suara tembakan para pejuang Palestina ke udara.

Ribuan penduduk di Jalur Gaza juga mengibarkan bendera warna hijau milik Hamas, faksi pejuang Palestina yang paling banyak berperan dalam perang melawan pasukan Zionis.

Seperti diketahui, Perang Gaza yang dipicu serangan militer Israel dengan sandi “Protective Edge” telah berlangsung selama 51 hari di Jalur Gaza. Agresi Israel ini telah menjatuhkan korban jiwa sedikitnya 2,143 warga Palestina dan korban luka lebih dari 11,000 orang.

Adapun kesepakatan gencatan senjata permanen yang diumumkan kemarin, sebagaimana dilansir situs Quds dan Rai al-Youm berdasarkan keterangan Departemen Luar Negeri Mesir, meliputi beberapa hal sebagai berikut;

  1. Israel membiarkan masuknya bantuan kemanusiaan dan material bangunan untuk rekonstruksi ke Jalur Gaza.
  2. Dihentikannya kontak senjata bersamaan dengan dibukanya semua pintu perbatasan Jalur Gaza dan diperbolehkannya kegiatan pencarian ikan nelayan Palestina di laut Gaza hingga sejauh 6 mil dari bibir pantai Gaza.
  3. Dilanjutkannya perundingan tidak langsung antara delegasi Palestina dan delegasi Israel selama satu bulan sejak dimulainya gencatan senjata mengenai hal-hal yang masih diperselisihkan oleh kedua pihak, termasuk pembangunan pelabuhan dan bandara serta masalah tawanan.

Di Teheran, ibu kota Iran, Kepala Perwakilan Hamas untuk negara Republik Islam ini, Naser Abu Sharif, merilis statemen berisikan ucapan terima kasih kepada Pemimpin Besar Republik Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei dan seluruh elemen bangsa Iran atas dukungan penuh dan bantuan negara ini kepada rakyat dan para pejuang Palestina.

Dia juga menegaskan bahwa perjuangan bangsa Palestina masih akan tetap berlanjut melawan penjajahan kaum Zionis atas bumi Palestina.
“Pemaksaan gencatan senjata tanpa syarat dan jangka panjang terhadap kaum Zionis ini adalah awal perjuangan panjang untuk pembebasan seluruh tanah Palestina,” tegas Abu Sharif, sebagaimana dilansir IRNA hari ini.

Laporan lain dari Russia Today yang dikutip IRNA hari ini menyebutkan bahwa hasil jajak pendapat terbaru di Israel menunjukkan keterpurukan popularitas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akibat serangan militer ke Jalur Gaza.

Menurut hasil jajak pendapat yang disiarkan oleh TV Israel Channel 2 pada Senin (25/8) itu popularitas Netanyahu anjlok dari 82 persen di awal operasi Protective Edge menjadi 38 persen. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL