palestina hamas-fatahGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, kembali menegaskan bahwa kontinyitas perlawanan dan jihad merupakan satu-satunya jalan untuk pembebasan Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsa.

Sebagaimana dilaporkan al-Youm al-Sabea dari Gaza, Hamas dalam siaran persnya menentang keras imbauan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) supaya umat Islam berkunjung ke Masjid al-Aqsa.

“Sesuai tanggungjawab keagamaan dan kebangsaannya dan mengingat seruan seperti ini sudah berulang kali dikemukakan, para pemimpin Hamas menegaskan bahwa pembebasan al-Quds (Baitul Maqdis) dan Masjid al-Aqsa dari keberadaan kaum penjajah merupakan kewajiban bagi semua Muslim, dan jangan sampai mereka berlepas tangan dari kewajiban ini,” tegas Hamas.

Kelompok pejuang Palestina ini menambahkan, “Satu-satunya jalan pembebasan al-Quds dan Masjid al-Aqsa adalah perlawanan dan jihad, sebab musuh kita hanya mengenal bahasa ini.”

Hamas juga menegaskan, “Kami semua juga sangat mendambakan kunjungan ke Masjid al-Aqsa dan mendirikan shalat di tempat ini, namun keinginan dan kerinduan ini jangan sampai dijadikan dalih untuk menormalisasi hubungan dengan kaum penjajah.”

Hamas lantas menyerukan kepada semua negara Arab dan Islam supaya menggalang dana lebih besar untuk menjaga Masjid al-Aqsa dan menyokong resistensi terhadap pendudukan kota Baitul Maqdis.

Iyad Madani dalam kunjungannya ke Palestina Ahad lalu (4/1/2015) mengimbau umat Islam supaya berkunjung ke Baitul Maqdis dan menjadikan kota ini sebagai pusat pariwisata Islam.

Imbaun Madani ini juga ditentang keras oleh para pejabat Universitas al-Azhar, Kairo, ibu kota Mesir.

Mereka menegaskan, “Sikap kami dalam masalah ini sudah jelas, yaitu bahwa Rezim Zionis Israel harus diboikot dan jangan sampai terjadi normalisasi hubungan dengan rezim ini. Kesimpulannya, kami menentang kunjungan ke Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsa,”

Para pengamat politik Timteng menyatakan bahwa kunjungan dalam bentuk apapun ke wilayah pendudukan hanya akan membantu perekonomian Israel yang sedang terpuruk. Dia menilai bahwa kunjungan ke Masjid al-Aqsa selagi Isreal masih mendudukinya tak ubahnya dengan mendukung berlanjutnya pendudukan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*