prajurit hamasGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan harus ada strategi baru untuk melindungi Masjidil Aqsha dari ambisi dan ketamakan kaum Zionis Israel.

Sebagaimana dilaporkan World Tribune, Hamas dalam statemennya Sabtu lalu (2/5) menyatakan bahwa para gembong Zionis konsisten mendatangi dan menyerbu komplek Masjidil Aqsha untuk memaksakan ambisinya terhadap umat Islam di Palestina.

Menurut Hamas, kaum Zionis sekarang sedang memanfaatkan krisis internal dunia Arab untuk melanjutkan ambisi Judaisasi Masjidil Aqsha. Karena itu Hamas menyerukan kepada dunia Arab bahwa bagaimana juga Masjidil Aqsha harus diutamakan dan diingat sebagai pusat konflik Arab-Zionis, dan dalam hal ini pihak yang paling bertanggungjawab membela tempat-tempat suci adalah kelompok-kelompok pejuang Palestina sendiri.

Dilaporkan pula bahwa kasus-kasus pelanggaran terhadap kehormatan Masjidil Aqsha selama bulan April lalu telah melibatkan sekitar 1300 warga permukiman Zionis.

Seperti diketahui, Masjidil Aqsha yang terletak di Baitul Maqdis Timur adalah tempat kesuci ketiga bagi seluruh umat Islam di dunia. Kaum Zionis menduduki kota ini pada tahun 1967, namun saat itu mereka menyetujui desakan supaya komplek masjid tempat Nabi Muhammad saw menjalani Isra’ Mikraj itu hanya boleh dimasuki oleh umat Islam, sedangkan umat Yahudi hanya diperbolehkan masuk ke lokasi di depan dinding bagian barat komplek yang bersebelahan dengan Masjidil Aqsha.

Meski demikian, perjanjian itu selalu mereka langgar. Rezim Zionis membiarkan dan bahkan melindungi para ekstrimis Zionis yang memprovokasi umat Islam dengan menyerbu Masjidil Aqsha setiap beberapa waktu hingga memicu banyak peristiwa kekerasan dan menjatuhkan banyak korban, terutama di pihak umat Islam Palestina. Ironisnya lagi, dunia Arab dan Islam malah disibukkan oleh pertikaian internal yang kini menemukan puncaknya di Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL