palestina sami abu zuhri jubir hamasGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa partisipasi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pawai unjuk rasa anti terorisme di Paris, ibu kota Perancis, tidak akan membuatnya bersih dari kejahatannya dalam serangan Israel ke Jalur Gaza yang berlangsung 51 hari.

Sebagaimana dilaporkan Palestinian Information Center, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri dalam statemennya Selasa (13/1/2015) justru mengecam partisipasi Netanyahu dalam pawai di Paris dan menganggapnya sebagai aksi pencitraan.

“Dia tetap saja simbol terorisme di dunia,” katanya.

Pawai unjuk rasa anti terorisme di Paris itu terjadi pada hari Minggu lalu (11/1/2015), dihadiri oleh 50 pejabat dan pemimpin beberapa negara, sementara Netanyahu adalah orang yang paling bertanggungjawab atas invasi militer Israel ke Jalur Gaza yang menyebabkan 2,200 warga Palestina terbunuh, lebih dari 11,000 orang lainnya cidera dan sekitar 28,000 unit rumah hancur sehingga secara hukum internasional dia layak dinyatakan sebagai penjahat pernang.

Netanyahu lantas menyadari dirinya menjadi sorotan dunia terkait isu terorisme negara. Dia tertekan ketika parlemen sejumlah negara Eropa menyatakan mendukung kedaulatan Palestina dan permohonan Palestina untuk menjadi anggota Pengadilan Internasional. Karena itu, Netanyahu lantas mencari-cari kesempatan untuk memperbaiki citranya di tengah isu kontra terorisme yang melanda Eropa pasca serangan teror yang menimpa majalah Perancis “Chalie Hebdo”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*