فتح وحماس تتفقان على تشكيل حكومة كفاءاتGaza, LiputanIslam.com – Dua faksi pejuang Palestina HAMAS dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sepakat untuk menggalang rekonsiliasi, mengatasi perbedaan pendapat, dan berjuang mengakhiri pendudukan Israel terhadap berbagai wilayah Palestina.

PLO telah mengirim delegasinya ke Jalur Gaza Selasa (22/4/2014) untuk mengadakan perundingan dengan HAMAS yang dijadwalkan bermula hari ini, Rabu (23/4/2014). Azzam al-Ahmad, tokoh senior gerakan Fatah yang merupakan elemen utama PLO mengatakan kedua pihak sepakat untuk mengatasi perselisihan.

“Kami ingin membangun Gaza dan Tepi Barat serta mengakhiri pendudukan (Israel),” ujar al-Ahmad kepada kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Kedatangan Ahmad selaku ketua delegasi Fatah dari Tepi Barat ke Jalur Gaza disambut gembira oleh pemimpin HAMAS yang juga menjabat Perdana Menteri (PM) Palestina Ismail Haniyeh dan wakil ketua HAMAS, Mussa Abu Marzuq.

“Kami mengulurkan tangan untuk rekonsiliasi Palestina dengan sepenuh jiwa, kami menyambut Anda dengan sepenuh hati, kami akan berunding dengan Anda, dan kami menghendaki kesepakatan yang jelas dan terukur, bukan pada pokok kesepakatan itu sendiri, melainkan pada mekanisme pelaksanaan dan penjadwalan,” sambut Haniyeh.

PM Haniyeh menekankan keharusan memperkokoh rekonsialisi dalam rangka membentuk pemerintahan, sistem politik dan program nasional yang satu. Dia juga menegaskan komitmen HAMAS pada ketetapan Palestina berkenaan dengan kota Baitul Maqdis (Jerussalem), Masjid al-Aqsha, dan hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halamannya.

“Tidak ada satupun faksi dapat berjuang sendirian melawan musuh, dan ketika kita semua bersatu maka kita akan dapat menyukseskan hak untuk merdeka dan kembali,” lanjut Haniyeh. Dia juga menekankan komitmen HAMAS pada pemilu dan menyebutnya sebagai satu-satunya jalan untuk partisipasi rakyat dan peralihan kekuasaan secara damai.

Di pihak lain, PLO menyatakan optimis dapat membangun pemerintahan persatuan nasional bersama HAMAS di Jalur Gaza. PLO juga berharap dapat membuat perencanaan yang matang untuk pemilu mendatang.

Perundingan HAMAS-PLO disambut gembira oleh masyarakat Palestina di Jalur Gaza. Berbagai laporan menyebutkan bahwa di Gaza telah berlangsung unjuk rasa masyarakat untuk menandai dukungan mereka kepada rekonsialiasi kedua faksi paling berpengaruh di Palestina tersebut.

Sebuah sumber yang terlibat dalam pertemuan HAMAS-PLO, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan kedua pihak sepakat untuk mendirikan pemerintahan persatuan nasional dalam tempo lima minggu ke depan.

HAMAS dan Fatah terlibat kesenjangan hubungan sejak HAMAS menang dalam pemilu parlemen pada Januari 2006. Kemenangan HAMAS disambut rezim Israel dengan aksi blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza serta serangan-serangan reguler mematikan.

Kedua faksi Palestina tersebut sebenarnya sudah pernah menandatangani perjanjian rekonsiliasi di Mesir pada tahun 2011, namun tidak terimplementasi akibat beberapa perbedaan pendapat antara keduanya. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL