Hamas-Fatah_0Ramallah, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, dan gerakan Fatah mengingatkan bahaya rencana rezim Zionis Israel untuk membagi komplek Masjid al-Aqsha. Kedua organisasi paling berpengaruh di Palestina ini menegaskan bahwa jika draft untuk pembagian Masjid al-Aqsha sampai disahkan maka akan terjadi kerusuhan di semua kawasan.

Beberapa pejabat Israel Senin kemarin (20/10) menyatakan bahwa draft itu akan divoting di parlemen Israel, Knesset, dan jika disahkan maka umat Yahudi akan bebas menjalankan ritus-ritus keagamaannya di komplek masjid yang sangat disucikan oleh umat Islam tersebut.

Sebagaimana dilaporkan situs Falastine al-An, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri meminta masyarakat internasional supaya menunaikan tanggungjawabnya di depan aksi-aksi provokatif orang-orang Israel di Baitul Maqdis, khususnya di komplek Masjid al-Aqsha. Dia mengatakan bahwa jika draft itu disahkan maka akan terjadi kerusuhan di mana-mana.

Hal senada juga dikatakan oleh Dewan Revolusi Fatah dengan menyatakan seluruh kawasan akan meledak jika Masjid al-Aqsha terancam bahaya.

Dewan ini menegaskan bahwa upaya rezim Zionis Israel untuk menerapkan pembagian waktu dan tempat di komplek Masjid al-Aqsha jelas-jelas melanggar undang-undang internasional. Dewan ini lantas meminta kepada semua negara Arab dan Islam supaya bergerak membela Masjid al-Aqsha dan kota suci Baitul Maqdis (Jerussalem).

Belum lama ini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan menumpas warga Palestina yang berunjuk rasa memrotes penyelenggaraan acara-acara ritual warga Yahudi di Masjid al-Aqsha.

Dia juga menegaskan bahwa Baitul Maqdis adalah ibu kota Israel. Menurutnya, Israel sudah tidak bisa lagi bersabar menyaksikan aksi-aksi unjuk rasa protes yang terjadi di Baitul Maqdis terkait kedatangan warga Yahudi ke Masjid al-Aqsha.

Menanggapi hal ini, Ahmad Atwan, anggota parlemen Palestina, mengingatkan bahwa kota Baitul Maqdis telah diduduki kaum Zionis sejak 1967.

“Sampai sekarang kami tidak berharap para pemimpin Israel, Netanyahu maupun yang lain, akan memperlakukan rakyat Palestina, khususnya warga al-Quds (Baitul Maqdis), dengan sikap yang lembut,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Alalam(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL