Teheran, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, dalam keterangan persnya yang dirilis Minggu (4/6/2017) membantah laporan sejumlah media bahwa beberapa tokoh Hamas telah keluar dari Qatar atas pemintaan sebagian petinggi negara ini.

Juru bicara Hamas bidang luar negeri Husam Badran dalam keterangan pers itu menyatakan laporan sebagian media itu tidak berdasar.

“Mereka (media) bertujuan menyerang hubungan luar negeri Hamas,” ungkapnya.

Sebelumnya beberapa media memberitakan bahwa para petinggi Qatar telah menyerahkan daftar nama tokoh Hamas supaya mereka angkat kaki dari Qatar. Namun Badran memastikan kabar itu tidak benar, tanpa dasar, dan semata bertujuan mempengaruhi relasi Hamas dengan berbagai negara sahabatnya.

Mengenai Ismail Haniyeh sebagai ketua biro politik Hamas  Badran mengatakan keterpilihan Haniyeh bersama sejumlah tokoh senior Hamas lain yang tinggal di wilayah pendudukan Palestina sudah sesuai dengan aturan maupun program Hamas yang sudah dikoordinasikan sejak sebelumnya.

Husam Badran juga menegaskan bahwa faksi pejuang Palestina ini masih berada di front terdepan dalam perjuangan melawan Rezim Zionis Israel, dan tetap percaya bahwa betapaun beratnya perjuangan ini kota suci Baitul Maqdis pada akhirnya akan kembali ke pangkuan bangsa Palestina.

Hubungan Qatar dengan tiga negara serumpunnya, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memanas segera setelah tersiar pernyataan Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Sheikh yang mengecam deklarasi KTT Riyadh dan besarnya transaksi senjata Saudi dengan AS, membela Hamas dan Hizbullah, dan menekankan pentingnya hubungan Qatar dengan Iran.

Berbagai rumor lantas bermunculan, termasuk bahwa pemerintah Qatar  mengusir para tokoh Hamas dari Qatar dengan tujuan meredam kemarahan tiga negara itu terkait dengan pernyataan Emir Qatar tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid al-Khalifa, Minggu, mengatakan kepada surat kabar Saudi al-Hayat bahwa pihaknya berharap krisis hubungan dengan Qatar dapat diselesaikan tapi di saat yang sama juga mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya upaya diplomatik Kuwait untuk menengahi krisis Qatar. (mm/irna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL