Prosesi pemakaman Syahid Fadi al-Batsh yang terbunuh di Malaysia.

Gaza, LiputanIslam.com –  Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menegaskan bahwa tangan teroris yang telah membunuh ulama sekaligus akademikus Palestina Ir. Fadi Al-Batsh, siapapun dan di manapun penjahat itu.

“Darah kami mahal dan mulia, dan ini tidak akan menambah apa-apa kecuali keimanan dan keislaman. Seandainya kami menyerahkan bendera, dan seandainya kita tidak keras dalam pendirian maka siapapun tidak akan berpikir untuk mengganggu kami. Kesyahidan, pemenjaraan, dan pengasingan adalah bukti kebenaran metode, jalan, dan tujuan ini,” katanya pada acara prosesi pemakaman jenazah al-Batsh di kamp pengungsi Jabalia, Kamis (26/4/2018).

Dia menambahkan, “Fadi al-Batsh adalah syahid kami, dan dia memang mengharapkan kesyahidan. Istri beliau memastikan kepada saya bahwa suaminya selalu mengharapkan kesyahidan.”

Jenazah al-Batsh telah disemayamkan di makam syuhada di timur kamp pengungsi Jabaliya dengan diiring ribuan warga Palestina setelah jenazahnya dishalati di Masjid al-Amri.

Al-Batsh adalah insinyur Palestina kelahiran Jalur Gaza yang terbunuh akibat muntahan 10 butir peluru saat dia meninggalkan kediamanannya di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu pekan lalu (21/4/2018).

Foto dua terduga pelaku pembunuhan Fadi al-Batsh yang dirilis polisi Malaysia.

Jenazah pakar roket dan drone anggota Hamas ini dipulangkan ke tanah kelahirannya, Jabaliya, Jalur Gaza, melalui pintu perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza. Keluarga al-Batsh dan Hamas meyakini dinas rahasia Israel, MOSSAD, berada di balik pembunuh keji ini. Namun, otoritas Malaysia masih melakukan penyelidikan, dan belum lama ini telah merilis foto terduga dua pelaku pembunuhan tersebut, yang diyakini berasal dari Eropa atau Timur Tengah.

Inspektur Jenderal Polisi Malaysia Mohamad Fuzi Harun mengatakan kepada wartawan bahwa telah ditemukan sebuah sepeda motor Kawasaki yang ditinggalkan pelaku di dekat danau tak jauh dari tempat kejadian, dan dari situ polisi dapat melacak foto salah satu tersangka.

Dalam foto terlihat sosok pria berkulit terang dengan rambut gelap dan bergelombang serta jenggot yang menonjol. Fuzi Harun mengatakan dua terduga pelaku itu diyakini telah memasuki Malaysia pada akhir Januari dan masih bisa bercokol di negara ini. (mm/rt/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*