Gaza, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Palestina Hamas melalui juru bicaranya, Abdul Latif al-Qanu, Jumat (31/8/2018), menegaskan bahwa aksi Great March of Riturn akan membuat Israel terpaksa mencabut blokadenya terhadap Gaza yang sudah berlangsung sejak tahun 2006.

Dia memastikan bahwa aksi unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan setiap hari Jumat di wilayah perbatasan Gaza-Israel itu akan terus dilakukan oleh penduduk Gaza untuk penyelesaian perkara Palestina dan penegakan hak para pengungsi Palestina pulang ke kampung halaman mereka, termasuk di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

“Muqawamah (resistensi) akan tetap menjadi pilihan strategis bangsa kita dalam menghadapi pendudukan Zionis dan merealisasikan impian untuk kepulangan dan pembebasan,” tegas al-Qanu.

Dia menambahkan ”Great March of Riturn telah membuktikan kemampuan bangsa kita menghadapi  Deal of The Century  (prakarsa Amerika Serikat untuk penyelesaian masalah Palestina) serta menunjukkan persatuan nasionalnya di lapangan dan di kancah politik.”

Great March of Riturn adalah unjuk rasa yang dilancarkan oleh ribuan orang Palestina di sejumlah lokasi dekat pagar perbatasan Gaza-Israel sejak Maret lalu untuk meneriakkan tuntutan pemulangan seluruh pengungsi Palestina yang telah mengungsi sejak tahun 1948 serta tuntutan pencabutan blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Aksi damai itu selalu direaksi oleh pasukan Zionis dengan kekerasan hingga jatuh ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*