Benghazi, LiputanIslam.com – Jenderal Khalifa Haftar mengumumkan bahwa kota Benghazi, Libya, telah bebas sepenuhnya dari militan dan bahwa keamanan dan ketentraman kota ini sudah pulih sejak Rabu kemarin (5/7/2017).

Tokoh kuat di bagian timur Libya ini menjelaskan bahwa Benghazi bebas dari cengkraman militan setelah berlangsung pertempuran selama lebih dari tiga tahun.

Dalam pidato televisi yang ditujukan kepada rakyat Libya Haftar mengatakan, “Setelah pertempuran melawan teroris dan para pendukungnya yang berkelanjutan selama lebih dari tahun berturut-turut, angkatan bersenjata Anda hari ini merayakan pembebasan  kota Benghazi dari kawanan teroris, pembebasan sepenuhnya tanpa ada yang kurang, dan mengumumkan kemenangan tentara nasional Anda dalam perang kemulian melawan terorisme.”

Dia menambahkan, “Sejak hari ini Benghazi memasuki era baru keamanan, perdamaian, keharmonisan, pembangunan, dan kembalinya (warga) ke kampung halaman setelah kami hancurkan belenggu penindasan, kehinanan, dan kendala ketakutan yang hendak dibangun oleh para teroris dalam jiwa kita.”

Haftar juga menyatakan berterima kasih atas “momen historis” ini kepada negara-negara sahabat Libya karena, menurutnya, telah membantu dan berpihak kepada pasukan Haftar.

Deklarasi pembebasan Benghazi disampaikan Haftar beberapa jam setelah pasukannya mengumumkan tuntasnya operasi militer di distrik Suq al-Hut dan gerak maju mereka di distrik al-Sabiri di mana para “jihadis” terkepung.

Pasukan Haftar pada tahun 2014 mulai melancarkan serangan intensif di Benghazi terhadap kelompok-kelompok radikal dan teroris, terutama kelompok yang disebut “Majelis Revolusi Benghazi” yang merupakan aliansi sejumlah kelompok militan, termasuk ISIS dan Ansar al-Sharia.

Libya mengalami kondisi kacau balau sejak rezim mendiang Moammar Ghaddafi terguling pada tahun 2011. Negara ini kemudian terbagi menjadi doa polar, satu adalah pemerintahan Rekonsiliasi Nasional yang berbasis di Tripoli dan diakui oleh internasional, dan yang lain adalah otoritas Libya timur yang terafiliasi dengan Jenderal Haftar dan tidak mendapat pengakuan internasional. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL