brigade al-qassam palestina4 Tel Aviv, LiputanIslam.com – Mengomentari semakin kuatnya resistensi pejuang gerakan perlawanan Palestina, Hamas, koran Haaretz terbitan Israel menyatakan taktik perang Hamas sangat mirip dengan taktik perang milisi Hizbullah yang berbasis di Lebanon, dan tak seperti dulu, sekarang milisi Hamas pantang mundur ketika berhadapan langsung dengan pasukan Zionis.

Sebagaimana dilaporkan FNA Selasa (22/7), Haaretz menuliskan bahwa militan Hamas sudah banyak belajar dari peperangan sebelumnya, dan tentara Israel menyadari bahwa sekarang musuhnya sudah pantang kabur ketika berhadapan dengan sekelompok pasukan Israel.

Mengutip pernyataan salah seorang perwira militer Israel, Haaretz menuliskan, “Dulu saya sudah pernah mendatangi kawasan Shejaiyah, tapi Hamas sekarang tak seperti ketika di Shejaiyah dulu. Perlengkapan perang dan taktik mereka mirip dengan Hizbullah. Jebakan-jebakan roket dan bom-bom rakitan tersebar di semua tempat, dan tak kabur seperti dulu lagi mereka tetap konsisten bertempur.”

Menurut Haaretz, dalam perang kedua di Lebanon pada tahun 2006 Israel telah memperkuat armada lapis baja pengangkut personil, namun jumlah tank baru dan perlengkapan perang yang tersedia tidak sepadan dengan luasnya area operasi darat. Tujuh dari 13 personil Brigade Golani yang tewas pada Ahad pagi (20/7) adalah rombongan pasukan yang berada di dalam kendaraan lapis baja yang usianya sudah 50 tahun. Kendaraan itu semula dibidik Hamas dengan bom-bom rakitan tapi kemudian dihajar dengan roket. Sedangkan tiga personil lainnya terbunuh ketika satu roket tiba-tiba menghantam sebuah bangunan yang dijadikan markas untuk sementara waktu.

Koran ini menyebutkan bahwa dibanding dulu Hamas  kini relatif lebih terlatih dan hingga batas tertentu berhasil mengecoh dan membingungkan tentara Israel. Seorang perwira Israel mengatakan, “Ini bukan petaka, kami bisa mengendalikan mereka, jumlah kita jauh lebih besar daripada mereka, dan kami telah berhasil membunuh para petempur mereka. Hanya saja, mereka sudah pasti satu tingkat lebih tinggi dari ekspektasi kita sebelumnya. Anda dapat menyaksikan betapa mereka telah belajar dari Hizbullah dan dari pantauan mereka terhadap kita.”

Berbagai sumber di Israel melaporkan bahwa pasukan infantri Zionis, Brigade Golani, pada malam ketiga operasi daratnya di Jalur Gaza telah menggempur distrik Shejaiya. Seorang perwira Israel yang mengetahui rencana operasi serangan ke Gaza mengatakan, “Hari Jumat kami tidak bergerak maju, sebab kami justru memilih mundur. Instruksi yang ada adalah untuk operasi skala terbatas. Namun, telah ditemukan beberapa terowongan dan sebuah tempat serangan Hamas dari Shejaiyah yang membuat kami kebingungan.”

Di bagian akhir, Haaretz berkesimpulan bahwa pertempuran tetap berlanjut di Shejaiyah, dan kedua belah pihak sama-sama tidak meninggalkan kubu pertahanan dan lokasi strategis masing-masing. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL