intifada 3-2TelAviv, LiputanIslam.com – Koran Israel Haaretz membuat laporan mengenai keberanian anak-anak muda Palestina dalam intifada III al-Quds dan menilai mereka lebih berani daripada serdadu Zionis Israel.

“Kalau mau bicara soal keberanian maka para pemuda Palestina inilah yang seolah telah merampas keunggulan dari tentara Israel. Meskipun dengan tangan kosong atau hanya mengandalkan batu dan kufiyah (kain putih bermotif kotak-kotak khas Arab) mereka berani bentrok dan mendatangi tentara Israel dan pasukan penjaga perbatasan yang berbekal berbagai jenis senjata, roket dan jet tempur,” tulis Haaretz, seperti dikutip Rai al-Youm, Selasa (3/11).

Haaretz mengakui tentara Israel secara mental rentan, mudah panik dan dendam sehingga cenderung menembak mati atau melukai dan menangkap anak-anak muda Palestina.

“Ketakutan orang-orang Israel terhadap anak-anak muda Palestina menjadi sebab utama ketidak berdayaan tentara Israel mengendalikan kondisi mentalnya sehingga begitu ada satu saja warga Palestina mendekat mereka langsung ketakutan dan lalu melepaskan tembakan. Akibatnya, banyak pemuda Palestina menjadi sasaran peluru hanya karena membawa pisau atau sekedar mendekati tentara Israel,” ungkap Haaretz.

Menurut Haaretz, keberanian orang-orang Palestina menjadi warisan dari generasi ke generasi, sebab orang-orang tua mereka juga tidak memiliki pilihan apapun kecuali perlawanan terhadap Israel, dan keberanian bisa menjadi kunci kemenangan bagi mereka.

Seperti diketahui, sejak awal Oktober lalu Baitul Maqdis dan Tepi Barat diwarnai kebangkitan para pemuda Palestina terhadap Israel dalam bentuk aksi jalanan secara massal maupun aksi serangan anti Zionis secara perorangan.

Kebangkitan yang kemudian mendapat sebutan ‘Intifada III” ini telah menewaskan dan melukai bebeapa tentara, polisi dan warga Israel, namun juga telah membuat lebih dari 70 orang Palestina gugur sebagai syuhada dan ratusan lainnya luka-luka. Selain itu, ratusan orang Palestina juga diringkus oleh pasukan Zionis Israel.

Intifada III dipicu oleh intensitas agresi kaum Zionis terhadap Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis (Jerussalem). Mereka bermaksud menguasai tempat suci ini, terutama melalui upaya otoritas Israel untuk menerapkan pembagian jam dan lokasi kunjung di komplek Masjidil Aqsa antara umat Islam dan kaum Zionis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL