israel amir orenTelAviv, LiputanIslam.com – Analis politik Israel Amir Oren menyatakan negaranya tidak boleh tinggal diam menyaksikan masuknya Iran dalam kelompok negara-negara berteknologi nuklir setelah menjalin perjanjian dengan negara-negara Barat.  Oren menegaskan Tel Aviv harus menunjukkan reaksi tegas dengan cara membantu Arab Saudi memiliki senjata nuklir.

“Jika Iran melanggar perjanjiannya dengan negara-negara besar dunia dan tetap bersikerah untuk meraih senjata nuklir maka respon Israel harus menyalahi garis tradisionalnya. Israel tidak boleh bertahan hanya pada ancaman untuk menyerang fasilitas nuklir Iran yang hasilnya sangat terbatas. Sebaliknya, Israel harus memberikan peringatan untuk menghalangi monopoli nuklir Iran di Teluk Persia dengan cara membantu Arab Saudi meraih kapabilitas nuklir,” tulis Oren di koran Israel Haaretz, Senin (11/5) .

Jurnalis Haaretz ini memandang cara demikian sebagai pendekatan yang menyalahi tradisi Israel selama ini di mana Tel Aviv kuatir akan terjadi reaksi berantai  nuklir Mesir, Turki dan Arab Saudi setelah Iran memiliki bom nuklir.

Menurut Oren, meskipun menyalahi pakem Israel dan merupakan mimpi buruk bagi para pengatur strategi di Yerussalem (Baitul Maqdis), Tel Aviv dan Washington, namun cara demikian lebih ampuh untuk mendesak Iran supaya melupakan ambisi nuklirnya daripada insentif yang selama ini terpusat pada soal penerapan dan pencabutan sanksi ekonomi. Dia juga menyatakan bahwa cara itu bahkan juga lebih efektif daripada ancaman militer Israel dan Amerika Serikat yang ternyata hanya “berjalan di tempat”.

Rezim Zionis Israel masih gencar menuduh Iran berambisi menjamah senjata nuklir, meskipun AS dan negara-negara besar dunia lainnya berusaha meyakinkan bahwa perundingan nuklir mereka dengan Iran tak lain mengarah kepada jaminan bahwa proyek nuklir Iran tidak akan bergeser dari tujuan damai. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL