mobil militer saudi di jizanKairo, LiputanIslam.com –  Guru besar ilmu syariat Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, Syeikh Ahmad Karimah mengutuk serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman dan menyebutnya perang yang dilakukan oleh bughat (para antagonis).

“Tak seperti apa yang dipropagandakan oleh Riyadh, Abu Dhabi dan Uni Emirat Arab, tentara yang tewas dalam perang koalisi Arab – Saudi terhadap Yaman bukanlah mati syahid,” katanya dalam wawancara dengan media online berita analisis al-Waqt, Selasa (6/9/2016) .

Dia mengatakan bahwa konferensi bertema “Siapa Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja)” yang berlangsung di Grozny, ibu kota Cechnya pada 25 – 27 Agutustus 2016 ditujukan untuk meluruskan pengertian Aswaja yang belakangan diambil alih oleh kaum Salafi/Wahabi. (Baca: Blak-Blakan Muktamar Aswaja Sedunia Soal Wahabisme)

Menurutnya, keragaman ilmu yang berkembang di al-Azhar telah membuat lembaga pendidikan ini terjauh dari praktik pengkafiran terhadap sesama ahlul kiblat.

“Kami memandang saudara-saudara kami dari kalangan Syiah Imamiyah dan Zaidiyah sebagai Muslim dan mukmin, dan kami menghormati mereka,” tuturnya.

Dia mengecam pedas para dai Salafi/Wahabi dengan mengatakan, “Tak syak lagi, ular-ular berbisa terusik karena al-Azhar tidak menyebut-nyebut nama mereka. Al-Azhar benar dalam hal ini karena mereka (kaum Salafi/Wahabi) adalah aliran yang sesat. Mereka telah keluar dari agama dan mengafirkan semua orang, termasuk Abu al-Hasan al-Asy’ari, Abu Mansur al-Maturidi, Al-Azhar, Syiah, Ibazhiyah dan Zaidiyah.”

Dia menegaskan bahwa jika khalayak dunia hendak memberantas terorisme maka Wahabisme harus dihadang karena merekalah sumber kekacauan dan ketegangan di dunia.

“Mereka jelas menyerang konferensi ini, walaupun dalam konferensi ini kita tidak mengafirkan siapapun, dan kita berharap dalam konferensi-konferensi Ahlussunnah mendatang, saudara-saudara dari kalangan Syiah dan Ibazhiyyah juga datang untuk dialog.”

Syeikh Ahmad Karimah menilai kaum Wahabi sebagai pelaku teror di Asia Tengah, merusak pikiran anak-anak muda di sana, dan menjadikan mereka sebagai bahan bakar operasi teror.

“Sebagian kalangan Salafi/Wahabi di Arab Saudi menghujat Mesir karena Mesir pernah menjadi tuan rumah Ahlul Bait. Mesir senantiasa menghormati Ahlul Bait, baik di masa hidup maupun sepeninggal Rasul saw. Karena itu kaum Wahhabi menganggap Mesir sebagai ahli bid’ah… Negara kami merasa bangga dengan nama Imam Husain ra, Sayyidah Zainab ra dan semua orang-orang salih dari kalangan Ahlul Bait. Masjid Ra’as al-Husain dan Masjid Sayyidah Zainab adalah dua bangunan relijius di Mesir. Orang-Orang Mesir berkeyakinan bahwa Sayyidah Zainab (adik Imam Husain ra) dan kepala mulia Imam Husain ra dimakamkan di Mesir,” terangnya.

Dia juga mengatakan bahwa para syeikh Salafi/Wahabi siang malam memuji Amerika dan membenci kecintaan orang-orang Mesir kepada Ahlul Bait.

Mengenai perang pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dia mengatakan, “Tentara Saudi dan Uni Emirat Arab yang terbunuh dalam perang terhadap Yaman bukanlah syahid, sedangkan para korban serangan Saudi ke Yaman tergolong syahid. Berbeda antara agresor dan korban. Ini dapat Anda nilai sebagai fatwa bahwa tentara yang tewas dalam koalisi Arab – Saudi di Yaman bukanlah syahid.”

Dia mengingatkan bahwa Saudi telah mendirikan sekolah-sekolah di Asia Tengah yang mengajarkan faham radikal dan takfiri agar anak-anak muda mengafirkan Syiah, al-Azhar, Ibazhiyah, dan kaum sufi. Orang-orang Saudi di sana kemudian membesar dan memikat perhatian kelompok-kelompok teroris.

Sementara itu, sebagaimana dilaporkan laman Dostor yang berbasis di Mesir, menanggapi pernyataan Syeikh Karimah itu pihak al-Azhar, Rabu (7/9/2016),  merilis statemen menegaskan bahwa guru besar ilmu syariat al-Azhar itu telah menyampaikan “pendapat pribadi yang tidak merepresentasikan pandangan al-Azhar.”  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL