bendera omanWashington, LiputanIslam.com – Pendiri pusat kajian Teluk Persia (Gulf State Analytics) Giorgio Cafiero dalam artikelnya yang dimuat di laman al-Monitor, AS, menyoal apakah pemerintah Oman dapat membantu menyelamatkan pamor rezim Arab Saudi.

Sebagaimana dikutip al-Hiyad, Selasa (29/12) dia menyebutkan bahwa setelah sembilan bulan melancarkan serangan ke Yaman dengan sandi “Badai Mematikan”, Saudi merasa terjebak dalam kondisi yang memalukan, sementara kelompok-kelompok ekstrimis semisal ISIS menjadi satu-satunya pemenang dalam Perang Yaman.

Menurut Cafiero, Saudi menjadi sasaran kecaman keras dari khalayak internasional dan lembaga-lembaga peduli HAM yang menuding Saudi telah melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil Yaman, dan di saat yang sama Saudi juga terdera oleh membengkaknya krisis keuangan karena terus menerus menggelontor dana besar demi melicinkan serangan militer koalisi pimpinannya ke Yaman.

Di tengah suasana frustasi yang dialami itu, rezim Riyadh bermaksud keluar secara terhormat dari Yaman, dan dalam rangka ini mereka melirik Oman supaya membantu mencarikan solusi diplomatik bagi gejolak Yaman. Bagi Saudi, ini merupakan langkah paling realistis dalam upaya menjaga pamornya di Yaman.

Seperti diketahui, Oman adalah satu-satunya negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang mengambil sikap netral dalam Perang Yaman. Oman enggan ikut mengirim pasukan untuk menyerang Yaman di bawah koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, dan karena itu Oman menjadi salah satu tempat yang paling dipercaya untuk mencari penyelesaian diplomatik bagi krisis Yaman.

Cafiero menilai Riyadh pada dasarnya kesal terhadap Muscat karena Oman cenderung mengambil sikap independen dari GCC, namun kali ini sikap Oman itu dapat dimanfaatkan Saudi untuk menyelamatkan wibawanya di tengah krisis Yaman.

Dia juga menyebutkan bahwa Saudi yang merupakan negara Arab terkaya sekaligus importir senjata terbesar di dunia ternyata tak dapat meraih hasil apapun dalam perang melawan salah satu negara termiskin di dunia, dan ini tentu saja sangat memalukan bagi Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL