fethullah gulen turkiAnkara, LiputanIslam.com – Menteri Keadilan Turki Bekir Bozdag mengaku mendapatkan informasi mengenai kemungkinan ulama Turki Fethulleh Gulen yang dituding pemerintah Turki sebagai dalang kudeta gagal sudah angkat kaki dari Amerika Serikat (AS) ke Australia, atau Meksiko, atau Kanada, atau Afrika Selatan, atau Mesir.

Dalam wawancara dengan NTV Turki, Kamis (28/7/2016), dia menjelaskan bahwa Ankara sudah menyerahkan empat berkas kepada Washington yang meminta Gulen ditangkap dan diekstradisi ke Turki, dan Washington kemudian memperlihatkan kesiapannya untuk bersikap kooperatif dengan Ankara dalam masalah ini.

Bozdag mengatakan bahwa Gulen meminta pemerintah AS tidak mengekstradisinya ke Turki, “meskipun keterlibatannya dalam upaya kudeta sudah sangat jelas.” Menurutnya, Gulen dalam pidatonya yang terbaru telah menebarkan semangat dalam diri para pelaku kudeta, menyerukan kepada mereka supaya tetap teguh dan memastikan bahwa sejarah akan mengabadikan nama mereka.

Harian Turki Hurriyet mengutip pernyataan Bozdag bahwa Gulen berharap upaya kudeta yang terjadi pada 15 Juli lalu itu sukses kemudian dia dapat kembali ke Turki seperti pendiri Republik Islam Iran Ayatullah Khomaini kembali ke Iran dari tempat pengasingannya di Paris, Perancis.

“Dia ingin kembali seperti Khomaini, dan mereka (para pelaku upaya kudeta) ingin membentuk pemerintahan mereka sendiri, yang tentunya berbeda total dengan Turki sekarang. Saya tidak ingin membayangkan bagaimana jadinya Turki jika mereka berhasil,” tuturnya.

CNN Turkey Rabu lalu melaporkan bahwa Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala bahwa buntut upaya kudeta gagal tersebut sejauh ini pemerintah Turki telag menangkap lebih dari 15,000 orang, yang lebih dari 10,000 di antaranya adalah tentara. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL