Aden, LiputanIslam.com –  Beberapa pejabat dan tokoh Yaman di bagian selatan negara ini telah berubah menjadi oposisi bagi Abd Rabbuh Mansour Hadi, presiden Yaman yang tersingkir dari Sanaa, ibu kota Yaman, oleh revolusi yang digerakkan oleh para pejuang Ansarullah (Houthi). Kamis (11/5/2017) mereka bahkan membentuk pemerintahan tandingan di bawah kepemimpinan Gubernur Aden Idrus al-Ubeidi.

Al-Ubeidi sendiri sudah dipecat oleh Mansour Hadi dari jabatan gubernur pada akhir April lalu dan kemarin mengumumkan pembentukan Dewan Ketua Majelis Transisi Selatan yang dinyatakan sebagai representasi bagi provinsi-provinsi di Yaman selatan.

Disebutkan bahwa majelis ini terdiri atas 26 anggota, termasuk para gubernur dari lima provinsi dan dua orang menteri pemerintahan Hadi.

Saat al-Ubeidi, Menteri Dalam Negeri Hani Bin Barik yang juga merupakan tokoh pergerakan selatan juga dipecat oleh Hadi. Bin Barik adalah tokoh yang menyerukan integrasi Yaman selatan atau pendirian negara federal. Dalam majelis tersebut Bin Barik akan menjadi wakil al-Ubeidi.

Pemecatan al-Ubeidi telah membangkitkan reaksi kemarahan banyak kalangan di selatan. Ribuan massa telah berunjuk rasa dan turun ke jalan-jalan Aden, kota terbesar kedua di Yaman, pada 4 Mei lalu. Massa memrotes Hadi , mendukung al-Zubeidi, dan menyerukan “deklarasi kepemimpinan politik dan nasional pimpinan al-Zubeidi untuk mengendalikan dan merepresentasikan Yaman selatan” yang semula memang merupakan negara terpisah dengan ibu kota Aden hingga tahun 1990.

Perpecahan di Yaman selatan ini terjadi manakala pasukan loyalis Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi masih terus memerangi kelompok Houthi dukungan Iran yang menguasai Sanaa dan banyak bagian  Yaman lainnya.

Al-Zubeidi dalam statemennya menegaskan bahwa bersama koalisi itu pihaknya masih akan terus memerangi “perpanjangan tangan Iran” di Yaman.

Di pihak lain, Jubir Ansarullah, Mohammad Abdul Salam, Kamis sore kemarin mengingatkan bahwa apa yang di Yaman selatan tersebut merupakan ancaman bagi integritas Yaman.

Di halaman Facebook-nya dia menyebutkan, “Apa yang terjadi di selatan berupa pembicaraan mengenai majelis di sana sini hanyalah satu manifestasi dari tujuan pendudukan yang dilakukan Amerika Serikat… untuk membuat proyek-proyek kecil. ”

Dia juga menegaskan bahwa Yaman selatan sedang menjadi ajang untuk membangun pengaruh dan kekuatan imperialis, tapi semua hanya ilusi belaka yang dalam waktu dekat akan terbukti sia-sia. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL