London, LiputanIslam.com –  Iran dilaporkan telah mengubahkan jalur lintas darat yang ia gunakan untuk menjangkau kawasan pantai Laut Tengah, menyusul merebaknya kerisauan terhadap meningkatnya eksistensi pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayah timur laut Suriah.

Koran Inggris Guardian melaporkan bahwa rute darat Iran itu bergeser sejauh 140 mil ke arah selatan dibanding jalur sebelumnya supaya tidak mendekati posisi-posisi pasukan AS yang dikerahkan di timur laut  Suriah dengan kedok memerangi ISIS.

Menurut Guardian, Iran menggunakan daerah al-Mayadin di provinsi Deir el-Zor yang masih diduduki ISIS, sebagai pusat operasi transportasi di wilayan timur Suriah, dan menghindari wilayah-wilayah yang ditinggali penduduk bersuku Kurdi di wilayah timur laut Suriah.

Pergeseran jalur itu dilakukan sesuai instruksi komandan Brigade al-Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran Jenderal Qasim Soleimani dan tokoh Irak Sekjen Organisasi Badr dan komandan pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi Hadi al-Amiri. Dewasa ini pasukan yang berada di bawah komando al-Amiri mendekati daeeah al-Ba’aj, Irak, yang akan menjadi mata rantai penghubungan utama dalam rute yang direncanakan Iran.

Guardian menyebutkan bahwa penguatan pasukan AS di bagian timur laut Suriah telah meresahkan para pejabat Baghdad dan Teheran.

Mengutip keterangan para pejabat Irak, Guardian melaporkan bahwa rute baru Iran itu akan melintas dari Deir el-Zor menuju al-Sakhnah, Provinsi Homs, kemudian ke Palmyra (Tadmur), lalu ke Damaskus dan wilayah perbatasan Lebanon, dan dari titik ini terbuka jalan menuju Latakia dan Laut Tengah. Semua rute ini akan digunakan Iran sebagai jalur logistik yang lebih efektif daripada bertolak dari Teluk Persia yang lebih rawan. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL