London, LiputanIslam.com –  Surat kabar Inggris Guardian menyatakan bahwa serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke kota Hudaydah, Yaman, telah menyingkap semua aib Barat karena dilancarkan dengan menggunakan persenjataan Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Perancis, serta dengan pelatihan militer dan dukungan politik Barat.

“Inilah Hudaydah, kota di mana harapan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) berantakan dan tersingkap pula daun tin yang juga tak banyak menutup aurat Barat dalam Perang Yaman,” tulis Guardian, seperti dikutip al-Alam, Senin (18/6/2018).

Menurut koran ini, operasi militer Saudi dan sekutunya itu menggunakan senjata Inggris, AS, dan Perancis serta dengan asistensi Barat, dan orang-orang yang ada di ruang komando operasi serangan udara adalah para perwira Inggris dan Perancis.

Selain itu, sebagaimana disebutkan koran Perancis Le Figaro, pasukan khusus Perancis juga bercokol di daratan Yaman, dan sumber-sumber Yamanpun setelah terkuasainya sebuah perahu perang Perancis mengkonfirmasi bahwa di perahu itu terdapat pasukan Perancis yang kini ditawan oleh kelompok-kelompok tertentu.

Guardian menilai Inggris dan AS sama-sama bertindak hipokrit, karena telah mengingatkan Saudi dan UEA akan dampak serangan ke Hudaydah tapi di saat yang sama mendukung keduanya dengan senjata dan asistensi.

Dukungan Barat tak terbatas hanya pada bidang militer. Sebaliknya, tindakan Inggris dan AS menghambat keluarnya pernyataan Dewan Keamanan PBB untuk penerapan gencatan senjata di Hudaydah menjadi bukti kuat bahwa Barat juga memberikan dukungan diplomatik kepada Saudi dan sekutunya.

Guardian memandang ada dua faktor utama dilancarkannya operasi militer tersebut. Pertama, permusuhan Saudi dan UEA terhadap Iran dan berbagai kepentingan strategis lain. Kedua, pencitraan para petinggi pasukan koalisi Arab, terutama Putera Mahkota Saudi Mohammad bin Salman dan Putra Mahkota UEA Mohammad bin  Zayed.

Guardian juga menyebutkan bahwa serangan ke Hudaydah dengan segala dampak kemanusiaannya telah menyebabkan kemarahan publik Barat dan membangkitkan pembicaraan mengenai HAM dan undang-undang internasional, dan ketika muncul kecurigaan mengenai keterlibatan Barat dalam perang ini operasi militer di Hudaydah justru telah membongkar semua aib Barat tersebut. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*