goyang-raja-salman-di-qatarKairo, LiputanIslam.com –   Keikut sertaan Raja Salman Bin Abdulaziz dari Arab Saudi dalam ‘ardah’, tari pedang khas Arab, membuat hubungan Saudi dengan Mesir tampak semakin tak nyaman. Media Mesir menganggap tarian Salman itu sengaja dilakukan untuk mencibir Mesir.

Tiba di Qatar Senin lalu (5/12/2016), Salman disambut langsung oleh Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al-Thani. Sambutan ini dimeriahkan dengan tari ardah.

Ketika ratusan orang berjubah putih dan berbaris di lapangan bersama-sama melantunkan kasidah sembari bergoyang dan menggerak-gerakkan pedang di iringi riuh tabuh rebana, Raja Salman yang terlihat bugar tiba-tiba mengundang perhatian dengan melambai-lambaikan tangan kanannya.

Tak lama kemudian, seperti terlihat dalam penggalan-penggalan video yang diunggah di situs berbagi video Youtube, dia bangkit dari kursi sehingga Sheikh Tamim yang duduk di sebelahnya dan orang-orang lain di sekitarnya ikut bangkit.

Dalam keadaan berdiri itu dia bergoyang sembari melambai-lambaikan tangan kanan, kemudian meraih tongkat dari tangan kiri serta mengangkat dan menggerak-gerakkannya ke atas, sementara Syeikh Tamim hanya tersenyum.

Pemandangan ini rupanya menimbulkan panas di Mesir, negara yang hubungannya dengan Qatar memburuk sejak Presiden Mesir Mohamed Morsi dikudeta oleh militer pada tahun 2013. Beberapa surat kabar Mesir menyebut aksi Raja Salman itu tak ubahnya dengan cibiran untuk Mesir.

Koran al-Dostor dalam laporannya yang berjudul “Rahasia di Balik Tingkah Raja Salman” mengingatkan bahwa Salman berkunjung ke Uni Emirat Arab setelah enggan menemui Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Abu Dhabi, dan selanjutnya, setelah TV al-Jazeera yang berbasis di Qatar menayangkan film dokumenter yang menyudutkan tentara Mesir, Salman juga berkunjung ke Qatar.

Koran al-Wafd memuat artikel karya Mohammad Amin, analis Mesir yang dekat dengan el-Sisi. Artikel ini menyebutkan bahwa permainan antara Kairo dan Riyadh kini sudah terbuka.

“Jika Raja Arab Saudi bermaksud membangkitkan sentimen negara-negara Arab terhadap Mesir maka kami katakan kepadanya bahwa Mesir sama sekali tidak butuh, dan tidak akan mundur dari pendiriannya,” tulis Amin.

Sedangkan surat kabar al-Mosawir menyatakan Salman lebih baik membatasi ambisinya di wilayah Saudi sendiri dan jangan sampai melangkahi martabat dan kemerdekaan Mesir. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL