bendera yamanSanaa, LiputanIslam.com – Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmad usai meninggalkan ibu kota Yaman, Sanaa, Kamis (9/7) menyatakan bahwa gencatan senjata dalam perang Yaman akan diumumkan dalam jangka waktu 24 jam ke depan.

TV al-Mayadeen melaporkan bahwa sebelum itu, juru bicara pemerintah pengasingan Yaman Rajih al-Badi menyatakan kepada PBB bahwa pihaknya siap menerima gencatan senjata bersyarat untuk mengakhiri pertempuran.

Russia Today juga memberitakan persetujuan para petinggi politik kubu presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi untuk perjanjian gencatan bersenjata bersyarat dalam waktu dekat.

Mengenai syarat-syarat itu, al-Badi mengatakan, “Syarat-syarat persetujuan Mansur Hadi untk gencatan senjata antara lain ialah pembebasan para tahanan oleh Ansarullah (Houthi) serta penarikan mundur pasukan Ansarullah dari empat provinsi Yaman.”

Sebelum itu dia juga mengatakan bahwa pemerintah Yaman dan para pemimpin negara-negara koalisi Arab dan PBB telah mengadakan perundingan mengenai gencatan senjata hingga Idul Fitri mendatang.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan al-Masalah, Ansarullah dalam statemennya mengecam kebungkaman masyarakat internasional di depan agresi Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman yang telah menjatuhkan banyak korban tewas dan luka di kalangan rakyat sipil.

“Agresi militer Arab Saudi ke Yaman telah melangkahi semua batas ketentuan. Arab Saudi melanggar semua undang-undang dan Piagam PBB dengan sedemikian terbuka di depan khalayak dunia,” ungkap Ansarullah.

Saudi dan beberapa negara sekutunya melancarkan serangan udara secara masif ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan tujuan menumpas milisi Ansarullah, penggerak revolusi rakyat yang menjatuhkan pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan Saudi.

Serangan itu telah menjatuhkan korban tewas sebanyak lebih dari 2800 orang, termasuk ratusan perempuan dan anak kecil. Lebih dari 21 juta orang atau 80% populasi Yaman dilaporkan memerlukan bantuan, dan 13 juta orang mengalami krisis bahan makanan.
Serangan ini juga mengakibatkan kehancuran pada banyak fasilitas negara dan publik Yaman, termasuk rumah sakit, sekolah, dan rumah-rumah penduduk. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL