tentara-suriah-di-utara-hamaBeirut, LiputanIslam.com –   Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM menyatakan bahwa gencatan senjata antara pemerintah dan oposisi Suriah yang diterapkan sejak Jumat kemarin dengan mediasi Rusia dan Turki tampak berjalan konsisten di sebagai besar wilayah Suriah, meskipun terjadi insiden penembakan oleh sniper yang menewaskan satu orang di kawasan pinggiran Damaskus, ibu kota Suriah.

Rami Abdulrahman, direktur eksekutif lembaga yang bermarkas di London, Inggris, ini, Jumat malam (30/12/2016), mengatakan, “Satu orang terbunuh akibat tembakan sniper di kawasan Ghouta Timur, dan ini merupakan korban sipil pertama sejak diterapkannya gencatan senjata pada 17 jam lalu.”

Dia menambahkan bahwa terjadi gelombang baru pemboman kawasan utara provinsi Daraa di selatan Suriah yang menjatuhkan beberapa korban luka.

Meski terjadi pelanggaran, lanjutnya, gencatan senjata tampak berjalan konsisten di sebagian besar kawasan yang tersebar di semua penjuru Suriah.

Rami mengatakan bahwa sebelumnya telah terjadi kontak senjata antara pasukan Suriah dan militan oposisi di kawasan Wadi Bardi dekat kota Damaskus, dan terlibat pula dalam pertempuran ini kelompok Jabhat Fateh al-Sham alias Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.

Seperti pernah diberitakan, gencatan senjata tidak berlaku untuk kelompok-kelompok yang diakui sebagai organisasi teroris seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra. (Baca: Putin dan Erdogan Sepakat Teroris Tak Masuk Dalam Gencatan Senjata )

Menyusul kontak senjata itu, jet tempur Suriah membom kawasan Wadi Bari di barat laut Damaskus, tapi tidak menjatuhkan korban.

“Pemerintah Suriah mengatakan bahwa Wadi Bardi tidak termasuk dalam gencatan senjata. Pemerintah meyakini bahwa Jabhat Fateh al-Sham telah memutus persediaan air untuk Damaskus. Pemerintah mengatakan tidak akan menolerir hal ini,” ungkap Abdulrahman kepada DPA, sementara oposisi membantah pernyataan pemerintah Suriah tersebut.

Beberapa sumber air di Wadi Wardi dan sumber air al-Faijah di dekatnya merupakan sumber-sumber utama kebutuhan air bersih penduduk Damaskus dan sekitarnya.

PBB menyatakan prihatin atas pemutusan suplai air bagi 4 juta penduduk Damaskus dan sekitarnya sejak 22 Desember lalu.

Aktivis Wadi Bardi Abu Muhammad al-Bardawi mengatakan bahwa pemerintah melancarkan lebih dari 20 kali serangan udara, Jumat.

Dalam pesannya melalui media sosial Whatsapp dia juga menyebutkan bahwa pasukan Hizbullah yang bersekutu dengan pemerintah Suriah berusaha menyerbu Wadi Bardi dekat perbatasan Lebanon. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL