militer yamanRiyadh, LiputanIslam.com –   Gencatan senjata untuk jangka waktu tujuh hari telah dimulai di Yaman, Selasa (15/12) demi menyambut dan menciptakan situasi yang kondusif bagi perundingan damai antarfaksi Yaman di Jenewa, Swiss.

Gencatan senjata semula dijadwalkan dimulai pada Senin malam pukul 24.00 waktu Sanaa, ibu kota Yaman, namun pihak koalisi pimpinan Arab Saudi yang menyerang Yaman sejak Maret lalu belakangan menyatakan bahwa gencatan senjata dimulai pada pukul 12.00 waktu Sanaa.

Koalisi itu menambahkan bahwa gencatan senjata akan berlanjut  selama tujuh hari sejak 15 Desember hingga 21 Desember 2015 dalam rangka menunjang dimulainya perundingan damai Yaman di bawah pengawasan PBB di Jenewa, dan apabila pihak lawan (pasukan Yaman) konsisten maka jangka waktu gencatan senjata bisa diperpanjang dengan sendirinya.

Pagi sebelumnya, jet-jet pembom Saudi menggempur sebuah desa di kawasan Haradh, provinsi Hajjah, mengakibatkan sedikitnya 15 warga sipil terbunuh dan lebih dari 20 lainnya luka-luka.

PBB sudah pernah dua kali berusaha mengupayakan perdamaian di Yaman, namun kandas sehingga tragedi demi tragedi pertumpahan darah terus berlanjut dan semakin memorak porandakan negara Arab yang dikenal paling miskin ini.

Didukung Amerika Serikat (AS), Saudi dan beberapa negara sekutunya sejak Maret lalu melancarkan serangan besar-besaran ke Yaman untuk memulihkan kekuasaan presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi dan mengalahkan milisi Ansarullah (Houthi) yang telah menggerakkan revolusi terhadap pemerintahan korup Mansour Hadi.

Semula Saudi dan negara-negara Arab sekutunya di Teluk Persia berharap Pakistan dan Mesir turut mengirim pasukan ke Yaman, tapi ternyata dua negara itu enggan memenuhi harapan itu.

Ribuan nyawa melayang dan ribuan lainnya luka-luka, termasuk anak kecil dan kaum perempuan, akibat gempuran Saudi dan sekutunya. Selain itu, tak terhitung pula kehancuran sarana infrastruktur dan fasilitas publik, termasuk gedung-gedung sekolah, masjid, dan rumah sakit, yang luluh lantak, sementara jutaan orang juga terpaksa mengungsi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL