perang aleppoAleppo, LiputanIslam.com –   Gencatan senjata akan segera diumumkan di kota Aleppo, Suriah. Demikian dinyatakan oleh kelompok-kelompok oposisi bersenjata di kota ini, Rabu (7/12/2016).

“Para wakil kelompok-kelompok revolusi melanjutkan pertemuan mereka dengan para petinggi pasukan pemerintah dan tentara Rusia dengan pengawasan Komite Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk mencapai kesepakatan bagi keluarnya militan bersenjata -dan siapapun di antara warga sipil yang berminat-  dari  Aleppo menuju  wilayah utara provinsi Aleppo, bukan ke provinsi Idlib,” ujar sumber oposisi kepada kantor berita Jerman, DPA.

Dia menambahkan kelompok-kelompok bersenjata menginginkan jeda kemanusiaan selama lima hari, termasuk demi perawatan para korban luka yang jumlahnya lebih dari 700 orang yang beberapa di antaranya perempuan dan anak kecil serta untuk evakuasi warga sipil yang berkenan.

Di pihak lain, sumber yang dekat dengan pasukan pemerintah mengatakan, “Dalam beberapa jam mendatang akan dirilis pernyataan yang menentukan bentuk kesepakatan yang mungkin akan dicapai bersama para wakil kelompok-kelompok oposisi.”

Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM mencatat jumlah warga sipil yang sudah menyingkir dari Aleppo timur selama tentara Suriah menggelar operasi militer di kawasan ini sejak pertengahan November lalu sampai sekarang mencapai lebih dari 80,000 orang.

Puluhan ribu orang ini antara lain mendatangi Aleppo barat yang dikuasai pasukan pemerintah dan kawasan lain yang dikuasai milisi Kurdi.  Mereka tidak termasuk warga yang menyingkir ke kawasan yang masih dikuasai kawanan bersenjata.

Sebelum operasi militer pasukan Suriah, penduduk Aleppo timur diperkirakan berjumlah lebih dari 250,000 jiwa. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL