hizbullah dan suriahDamaskus, LiputanIslam.com –   Perjanjian gencatan senjata antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok pemberontak mulai diterapkan di seluruh penjuru Suriah sejak awal hari ini, Jumat (30/12/2016), namun tidak berlaku untuk kelompok-kelompok teroris.

Angkatan bersenjata Suriah dalam statemennya, Kamis (29/12/2016), menyatakan bahwa panglima besar angkatan bersenjata negara ini akan menerapkan gencatan senjata di seluruh penjuru Suriah sejak saat-saat pertama hari ini.

Statamen ini menegaskan pula bahwa ISIS, Jabhat al-Nusra, dan kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengan keduanya tidak tercakup dalam gencatan senjata ini.

“Gencatan senjata ini ditujukan untuk menciptakan situasi kondusif bagi proses politik penyelesaian krisis Suriah,” lanjut statemen ini.

Kesepakatan gencatan senjata ini dicapai setelah para menteri luar negeri Rusia, Iran dan Turki mengadakan pertemuan di Moskow beberapa waktu lalu dengan hasil yang menegaskan keharusan adanya penyelesaian krisis Suriah melalui jalur politik serta penjagaan integritas dan kedaulatan Suriah.

Sementara itu, kepala dewan politik Hizbullah Sayyid Ibrahim Amin al-Sayyid menegaskan bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon ini akan tetap bertahan di Suriah sampai dapat ditumpas secara total di Suriah.

Menanggapi desakan Turki agar Hizbullah angkat kaki dari Suriah, dia mengatakan,“ Kami akan keluar dari Suriah pada saat yang tepat dan bermaslahat, dan tidak bergantung pada keputusan Turki.”

Seperti diketahui, Hizbullah yang didukung Iran merupakan salah satu kekuatan besar yang turut membantu pemerintah Suriah melawan terorisme di negara ini. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL