yaman - saudiRiyadh, LiputanIslam.com –  Gencatan senjata secara resmi mulai diterapkan di Yaman sejak Rabu (19/10/2016) pukul 23.59 waktu setempat untuk selang waktu selama 72 jam, namun dapat diperpanjang lagi sesuai kesepakatan yang ditengahi oleh PBB.

Gencatan senjata yang sudah diumumkan Senin malam lalu oleh Utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmad itu merupakan upaya keenam kalinya untuk menyudahi pertempuran yang berlangsung sejak Maret 2015 antara milisi Ansarullah (Houthi) dan pasukan militer loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh di satu pihak dan pasukan loyalis presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang dibantu oleh pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di pihak lain.

Sebelum dimulainya gencatan senjata itu, koalisi Arab dalam sebuah statemennya menyatakan akan konsisten pada perjanjian gencatan senjata, namun juga menegaskan akan terus menerapkan blokade dan pemantauan dari udara dan laut terhadap pergerakan pasukan Ansarullah dan sekutunya.

Koalisi Arab menambahkan bahwa keputusan ini adalah dalam rangka memenuhi permohonan Mansour Hadi kepada Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi supaya mendukung gencatan senjata “demi mewujudkan keamanan dan stabilitas Yaman dengan dukungan Arab Saudi.” (mm/afp/spa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL