pasukan loyalis Abd Rabbuh Mansour Hadi

Marib, LiputanIslam.com – Kesepakatan gencatan senjata antara pasukan Ansarullah (Houthi) dan pasukan loyalis presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Hudaydah mulai diterapkan sejak Selasa (18/12/2018) pukul 00.00 waktu setempat sebagai bentuk komitmen kepada kesepakatan yang telah dicapai oleh kedua pihak di Swedia belum lama ini.

Sumber militer anonim mengatakan kepada Anadolu bahwa ketenangan mewarnai Hudaydah sejak jam tersebut, dan ini terjadi hanya selang waktu kurang dari satu jam setelah terjadi kontak senjata sengit antara kedua pihak.

Kedua pihak kemudian menyatakan komitmennya untuk gencatan senjata di provinsi Hudaydah yang terletak di bagian barat Yaman di pesisir Laut Merah.

Khalid al-Yamani, menteri luar negeri pemerintahan Mansour Hadi, di halaman Twitter-nya menyatakan bahwa gencatan senjata itu diterapkan “sesuai petunjuk presiden panglima tertinggi angkatan bersenjata (Mansour Hadi) dan sebagai bentuk komitmen kepada perjanjian Hudaydah dalam perundingan Swedia.”

Di pihak lain, juru bicara kelompok Ansarullah, Mohammad Abdulsalam, juga melalui akun Twitter-nya, menyatakan, “Kami menegaskan komitmen kami kepada perjanjian Stockholm yang telah dideklarasikan oleh Sekjen PBB.”

Dia menambahkan, “Kami juga menegaskan kembali pendirian kami atas penetapan waktu penghentian operasi militer di provinsi Hudaydah pada pertengahan malam ini.”

Perjanjian Swedia memutuskan pengadaan komisi bersama kedua pihak yang bertikai di bawah pimpinan PBB untuk mengawasi gencatan senjata.

Pasukan loyalis Hadi yang didukung aliansi Saudi-Uni Emirat Arab sejak beberapa bulan lalu mendekati Hudaydah dari beberapa sisi dengan maksud mendepak keluar pasukan Ansarullah dari kota dan pelabuhan strategis ini, namun gagal karena mendapat perlawanan sengit dari Ansarullah.

Kesepakatan terkait dengan Hudaydah diharapkan PBB dapat menjadi satu langkah menuju penyelesaian perang secara keseluruhan yang sudah empat tahun melanda negara ini. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*