gaza 7GazaCity, LiputanIslam.com – Gencatan senjata dimulai lagi untuk jangka waktu 72 jam antara pejuang Palestina dan tentara Israel di Jalur Gaza sejak masuk hari Senin (11/8) waktu Palestina dengan tujuan menciptakan situasi kondusif bagi perundingan secara tidak langsung antara kedua pihak di Kairo, Mesir, mengenai gencatan senjata permanen. Bersamaan dengan ini dilaporkan bahwa total syuhada Palestina bertambah lagi menjadi 1939 orang.

“Gencatan senjata baru ini ditujukan untuk menenangkan keadaan demi melancarkan bantuan kemanusiaan dan pertolongan yang memadai, membenahi infrastruktur, serta demi memanfaatkan gencatan senjata ini untuk memulai lagi perundingan secara tidak langsung antara kedua pihak secara intensif dan berkesinambungan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata yang komprehensif dan permanen,” ungkap Departemen Luar Negeri Mesir, Ahad (10/8) sore kemarin, sebagaimana dilansir Rai al-Youm.

Anggota delegasi Palestina di Kairo, Qais Abdul Karim, saat itu juga mengatakan kepada kantor berita Turki, Anadolu, “Pihak Palestina telah memberitahukan kepada pihak Mesir persetujuannya kepada usulan gencatan senjata dengan Israel. Pihak Mesirpun telah memberitahu kami bahwa Israel juga menyepakati usuan gencatan senjata. Delegasi Israel akan datang ke Kairo (Senin) untuk memulai lagi perundingan secara tidak langsung dengan pihak Palestina mengenai gencatan senjata permanen.”

Negosiasi secara tidak langsung yang diinisiasi Mesir sejak sekitar seminggu lalu antara delegasi Palestina dan delegasi Israel terhenti pada Jumat lalu dengan berakhirnya jangka waktu gencatan senjata 72 jam. Negosiasi itu gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata permanen.

Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Meshal, dalam wawancara eksklusif dengan AP di Doha mengatakan bahwa gencatan senjata permanen tetap harus bersyaratkan penghentian blokade Israel terhadap Jalur Gaza. Sedangkan mengenai gencatan senjata baru dia menyebutkan bahwa hal ini ditujukan untuk membangun keadaan yang kondusif bagi negosiasi serta demi mempermudah penyaluran bantuan dan pertolongan ke Jalur Gaza.

“Kami bersikukuh untuk pada terpenuhinya tuntutan Palestina, dan Jalur Gaza harus hidup tanpa blokeda. Tidak ada kata mundur dalam masalah ini,” tegas Khaled.

Sementara itu, Rai al-Youm melaporkan bahwa Juru Bicara Departemen Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al-Qudrah, menyatakan tiga lagi warga Palestina gugur dan dua lainnya cidera terkena serangan udara Israel di kota Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza Ahad kemarin. Dia menambahkan bahwa total jumlah syuhada Palestina bertambah menjadi 1939 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL