Imad Mughniyah

Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon kembali mengirim peringatan keras kepada para pejabat Israel yang kali ini berupa rekaman video atau film dokumenter tokoh terkemuka Hizbullah Imad Mughniyah yang gugur pada tahun 2008.

Video itu disebar langsung ke telefon genggam puluhan pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melalui nomor-nomor kontak mereka yang terhubung dengan aplikasi WhatsApp (WA). Hizbullah membuatkan group WA (WAG) untuk mereka yang sebagian besar adalah para penasehat dan pejabat politik.

Video itu disebar pertama kalinya oleh Hizbullah, Selasa (12/2/2019), pada momen haul ke-11 Mughniyah yang gugur diserang agen Israel. Dalam video itu terlihat ketika sedang meninjau kawasan perbatasan Lebanon-Israel Mughniyah berkata kepada salah seorang pengawalnya, “Inilah adalah daerah Shlomi (kota kecil di bagian utara Israel).”

Setelah itu Mughniyah berbicara dengan bahasa Arab, Ibrani, dan Inggris yang artinya; “Pembalasan tak dapat dielakkan, tujuannya jelas, pasti, dan cermat; pemusnahan Israel!”

Apa yang dilakukan Hizbullah tersebut tercatat sebagai pembobolan data cyber sehingga membangkitkan kesiagaaan badan-badan keamanan negara ilegal Zionis ini karena banyak nomor ponsel pejabat dan orang berpengaruh di Israel yang jatuh ke tangan Hizbullah hingga kelompok yang bersekutu dengan Iran dan Suriah ini dapat membuat WAG yang menyertakan nomor-nomor mereka tanpa sepengetahuan mereka.

TV al-Manar milik Hizbullah menayangkan film dokumenter tersebut pada momen haul ke-11 Imad Mughniyah, komandan sayap militer Hizbullah yang menurut laporan pihak-pihak asing telah dibunuh di Damaskus, Suriah, pada 12 Februari 2008 oleh para agen Israel yang bekerjasama dengan para agen intelijen Amerika Serikat.

Beberapa situs berbahasa Arab yang memuat berita tentang tindakan Hizbullah itu tidak memajang video tersebut, dan LI juga telah mencoba mencarinya di situs berbagi video You Tube namun juga tidak atau belum menemukannya.  (mm/maan/raialyoum/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*