demo di sanaa yaman 100415Sanaa, LiputanIslam.com – Gelombang protes anti serangan militer Arab Saudi terhadap Yaman melanda Sanaa, ibu kota Yaman, dan berbagai kota lain di negara ini, Rabu (22/4).

Alalam melaporkan, ribuan massa menggelar unjuk rasa meneriakkan yel-yel pantang menyerah kepada agresi Arab Saudi terhadap Yaman. Mereka menuntut rezim Riyadh meminta maaf atas agresi itu.

Para pengunjuk rasa juga menyatakan bahwa kekejaman Saudi sudah sangat keterlaluan terhadap Yaman sehingga tak segan-segan menggunakan senjata-senjata pemusnah massal. Menurut mereka, dengan senjata terlarang di mata hukum internasional itu Saudi telah membantai dan melukai ribuan orang.

Unjuk rasa di Sanaa dan berbagai kota lainnya tersebut diserukan oleh Komite Revolusi Yaman untuk memperlihatkan sikap rakyat Yaman terhadap operasi serangan Saudi dan sekutunya dengan sandi “Badai Mematikan” yang telah berlangsung selama 27 hari sebelum akhirnya dihentikan pada Selasa malam (21/4).

Di kota Sa’dah, aksi unjuk rasa digerakkan oleh lembaga Jami’ah al-Imran. Para pengunjuk rasa menegaskan bahwa operasi Saudi dan sekutunya itu jelas-jelas merupakan aksi campur tangan dalam urusan internal Yaman.

Mereka mendukung resistensi dan kesolidan tentara dan aparat keamanan Yaman serta komite-komite rakyat dalam melawan “vandalisme pasukan jahat” terhadap Yaman.

Bersamaan dengan ini, gerakan Ansarullah (Houthi) menegaskan bahwa penghentian secara total serangan Saudi dan sekutunya merupakan syarat bagi dimulainya perundingan untuk mengatasi krisis Yaman.

“Kami berharap, setelah penghentian secara total agresi dan blokade terhadap Yaman, perundingan politik dapat dimulai di bawah naungan PBB,” ungkap juru bicara Ansarullah, Abdul Salam, dalam statemennya, sebagaimana dilaporkan AFP.

Dia juga mengapresiasi “upaya positif” PBB terkait Yaman dan dukungan organisasi dunia ini kepada penyelenggaraan dialog nasional di Iran.

Sementara itu, Komite Revolusi Yaman dalam statemennya menyatakan bahwa upaya pertolongan dan penyaluran bantuan secara meluas kepada penduduk sudah dimulai di beberapa provinsi di bagian selatan negara ini, namun sejauh ini masih sebatas penyaluran bahan makanan melalui kerjasama para tokoh dan majelis-majelis lokal.

“Ini merupakan langkah pertama yang akan yang disusul dengan langkah-langkah lanjutan serupa di provinsi-provinsi yang sama maupun provinsi-provinsi lain,” bunyi statemen tersebut.

Sementara itu anggota Komite Revolusi Tinggi Yaman, Mohammad al-Qaira’i menyatakan bahwa penghentian agresi Saudi terhadap Yaman menunjukkan kekandasan agenda Saudi di Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL