Kabul, LiputanIslam.com –   Kelompok radikal Taliban di Afghanistan melancarkan gelombang serangan bom bunuh diri hingga menewaskan sedikitnya 74 orang dan melukai ratusan lainnya di selatan, timur dan barat Afghanistan, Selasa (17/10/2017).

Serangan ini menyasar polisi dan fasilitas pemerintah, dan salah satu korban tewas adalah seorang kepala polisi tingkat provinsi, dan sejumlah polisi dan warga sipil menderita luka-luka.

Wakil Mendagri, Murad Ali Murad, dalam konferensi pers di Kabul, ibu kota Afghanistan, mengatakan bahwa serangan ini merupakan yang terbesar pada tahun ini. Menurutnya, 71 orang terbunuh di tangan gerilyawan di provinsi Ghazni dan Paktia.

Di provinsi Paktia bagian selatan, 21 petugas polisi dan 20 warga sipil tewas terkena serangan bom mobil yang menarget sebuah kompleks polisi di ibukota provinsi Gardez. Korban luka antara lain 48 polisi dan 110 warga sipil. Murad menginfirmasi tewasnya  kepala polisi Paktia, Toryalai Abdyani.

Kemendagri mengatakan bahwa setelah dua mobil meledak di Gardez, lima penyerang dengan bom sabuk mencoba menyerbu kompleks tersebut namun tewas di tangan pasukan keamanan Afghanistan.

Hamza Aqmhal, seorang mahasiswa di Universitas Paktia, mengatakan bahwa dia telah mendengar ledakan dahsyat yang menghancurkan jendela bangunan tempat dia tinggal. Universitas tersebut berjarak sekitar 1,25 mil dari akademi pelatiha. Aqmhal sendiri menderita luka ringan akibat pecahan kaca.

Seorang anggota parlemen dari Paktia, Mujeeb Rahman Chamkni, menyatakan beberapa stafnya terbunuh  bersama dengan kepala polisi provinsi akibat serangan, dan sebagian besar korban adalah warga sipil. (mm/guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL