polisi turkiAnkara, LiputanIslam.com – Dua perempuan tertembak di gedung konsulat Amerika Serikat di Istanbul, Senin (10/8), sementara sedikitnya delapan orang lainnya terbunuh akibat gelombang serangan terhadap pasukan keamanan Turki di beberapa wilayah negara ini, satu pekan setelah Ankara mengumumkan penumpasan kelompok teroris ISIS dan militan Partai Pekerja Kurdi (PKK).

Kantor gubernur Istanbul menyatakan satu di antara dua perempuan di gedung konsulat AS yang diduga bermaksud melancarkan serangan tertangkap dalam kondisi terluka. Front Bersenjata Revolusii Pembebasan Rakyat menyatakan bertanggungjawab atas rencana serangan di gedung tersebut.

Di lokasi lain di Istanbul, tiga polisi dan tujuh warga sipil terluka akibat serangan bom mobil di sebuah pos polisi. Satu di antara beberapa pelakunya tewas dalam aksi peledakan, sedangkan dua pelaku lainnya dan satu polisi tewas dalam baku tembak yang terjadi setelah peledakan.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggungajawab atas serangan ini.

Di kota Silopi, empat polisi terbunuh sketika mobil lapis baja yang mereka kendarai diterjang ledakan bom yang dipasang di sisi jalan.

Di Sirnak, satu tentara juga tewas terkena tembakan militan Kurdi terhadap helikopter militer. Sumber-sumber keamanan menyatakan sedikitnya tujuh tentara juga terluka akibat serangan yang terjadi beberapa saat setelah helikopter ini terbang meninggalkan landasan.

Pada 24 juli lalu militer Turki melancarkan serangan udara ke kamp-kamp PKK di bagian utara Irak menyusulnya terjadinya gelombang serangan baru kaum militan.

Kantor berita Anadolu melaporkan sebanyak lebih dari 260 militan terbunuh, termasuk para tokoh senior PKK, dan lebih dari 400 orang cidera pada 1 Agustus lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL