Damaskus, LiputanIslam.com –  Satu gelombang pertama kawanan bersenjata penolak rekonsiliasi telah keluar bersama keluarga mereka dari provinsi Quneitra menuju provinsi Idlib yang dikuasai oleh pemberontak dan teroris di Suriah utara, Jumat (20/7/2018).

Mereka keluar sebagai bagian dari proses dan pendahuluan menuju pengumuman pembersihan Quneira dari eksistensi kawanan bersenjata.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa armada yang terdiri atas hampir 55 unit bus telah bergerak menuju Suriah utara membawa ratusan militan bersama keluarga mereka sebagai implementasi atas perjanjian untuk evakuasi militan dari berbagai daerah di provinsi Quneitra.

Disebutkan bahwa armada itu keluar dari desa Umm Batinah melalui jalur Haba setelah semua kawanan bersenjata dari berbagai daerah di provinsi Quneitra dikumpulkan. Mereka keluar setelah diperiksa secara cermat untuk memastikan bahwa mereka semua adalah orang-orang yang memang menolak rekonsiliasi, karena ada kekuatiran di tengah mereka terdapat orang yang dipaksa ikut rombongan meskipun sebenarnya berminat pada rekonsiliasi dengan pemerintah Suriah.

Media setempat melaporkan bahwa hari ini, Sabtu (21/7/2018), semua poin perjanjian akan diterapkan dan sisa kawanan bersenjata akan segera dievakuasi agar proses pemulihan status orang-orang yang berminat pada rekonsiliasi dapat segera dimulai.

Perjanjian itu menetapkan penempatan kembali tentara Suriah ke semua lokasi yang mereka tempati sebelum tahun 2011, keluarnya kawanan bersenjata dari Quneitra ke Idlib, dan pemulihan status militan yang menyerah dan berminat menjalin rekonsiliasi. (mm/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*