jubir AS Josh EarnestWashington, LiputanIslam.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku pihaknya kini memrioritas penumpasan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), tapi di saat yang sama juga mengecam operasi militer Rusia di Suriah dan menyatakan tetap masih memikirkan “perubahan pemerintahan” di Damaskus.

“Tak diragukan lagi bahwa kami memandang perlu mengutamakan kekalahan para ekstrimis. Sayangnya, operasi militer Rusia tak sesuai dengan hal ini. Militer Rusia mengerahkan sebagian besar perhatian, waktu dan tenaganya untuk mendukung pemerintahan Assad (Presiden Suriah), dan akibatnya adalah meningkatnya kekacauan di Suriah,” ujar Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest dalam jumpa pers di Washinton, Rabu (3/8/2016).

Seperti dilaporkan Ray al-Youm, dia enggan menanggapi pernyataan wartawan bahwa alangkah baiknya apabila AS bersedia membantu Rusia menggempur kelompok teroris Front al-Nusra. Dia hanya menyebutkan bahwa AS sudah berulangkali menyatakan menyambut baik konsentrasi penuh Rusia pada penumpasan para ekstrimis daripada menggunakan kekuatan militernya untuk menyokong pemerintahan Assad.

“Seandainya ini yang menjadi sikap Rusia maka AS dan para sekutu kami di koalisi bersedia bekerjasama dengannya dalam bentuk yang jauh lebih aktif, tapi Rusia enggan melakukannya,” imbuh Earnets.

Dia juga enggan menanggapi pernyataan wartawan bahwa di Suriah dewasa ini sudah tak ada lagi apa yang disebut “oposisi moderat” di tengah pertempuran melawan pasukan pemerintah Suriah.

Pertempuran di Aleppo

AFP melaporkan bahwa dengan dukungan serangan udara Rusia, pasukan pemerintah Suriah berhasil mencetak kemajuan lagi dalam mendesak kelompok-kelompok militan di barat daya kota Aleppo sehingga kelompok-kelompok ini kehilangan beberapa kawasan yang semula sudah mereka kuasai dalam beberapa hari terakhir.

Ahad lalu mereka melancarkan serangan dengan tujuan memecah blokade kawasan timur Aleppo hingga mereka berhasil menguasai beberapa kawasan barat daya kota ini. Namun, sebagaimana dinyatakan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM, tak lama setelah itu mereka kehilangan sebagian kawasan tersebut akibat balasan sengit pasukan pemerintah Suriah yang didukung serangan udara Rusia.

Kelompok-kelompok militan belakangan ini berusaha merebut kembali kawasan permukiman Ramusa di pinggiran barat daya Aleppo dengan tujuan membuka jalur akses menuju kawasan-kawasan permukiman yang mereka kuasai di bagian timur dan tenggara kota ini di satu sisi, dan sisi lain mereka bertujuan memutus jalur akses utama pasukan pemerintah dan warga sipil di kawasan-kawasan barat Aleppo. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL