israel warga bersenjataTel Aviv, LiputanIslam.com – Setelah kewalahan menghadapi kebangkitan rakyat Palestina di Baitul Maqdis (Jerussalem), untuk pertama kalinya sejak tahun 1947 Israel mempersenjatai warganya dan mengumumkan pembentukan “Garda Sipil” untuk membantu pasukan keamanan rezim Zionis ini. Bersamaan dengan ini dilaporkan pula bahwa sejumlah warga Zionis telah menyerbu Masjid al-Aqsa dengan dukungan aparat keamanan Israel.

Sebagaimana dilaporkan situs berita al-Mayadeen Kamis kemarin (20/11), setelah berkonsultasi dengan penasehat hukum pemerintah Israel, Menteri Kepolisian Israel Yitzhak Aharonovich menyetujui pemberian kemudahan bagi warga Yahudi Israel untuk membawa senjata api, khususnya setelah terbentuk sebuah badan baru di Baitul Maqdis yang bernama Garda Sipil untuk membantu polisi.

Sesuai kemudahan ini, semua anggota keamanan dan Garda Sipil diperbolehkan membawa senjata sesudah jam kerja dan setelah pulang ke rumah untuk jangka waktu 90 hari sejak tanggal ketetapan. Selain itu, Israel memperluas kelompok-kelompok Kibbutz serta jumlah warga yang diperbolehkan membawa senjata.

Warga Israel dilanda ketakutan menyusul peristiwa serangan warga Palestina terhadap sinagog yang menewaskan lima warga Zionis dan menciderai belasan lainnya di kawasan Deir Yassin, Baitul Maqdis Barat. Karena itu, dalam jangka waktu dua hari terdapat sebanyak 300 warga Yahudi mendaftarkan diri menjadi relawan Garda Sipil.

Menurut laporan Yedioth Ahronoth, semua anggota Garda Sipil dapat membawa dan menggunakan senjata api.

Garda Sipil diumumkan terbentuk dalam sebuah pertemuan antara Walikota Jerussalem Nir Barkat dan Kepala Kepolisian Yohanan Danino tak lama setelah terjadi serangan ke sinagog. Disebutkan bahwa organisasi baru ini dibentuk dengan tujuan meningkatkan keamanan lembaga-lembaga publik dan tempat-tempat umum di Baitul Maqdis.

Sejumlah warga Israel lantas mendaftarkan diri dengan memenuhi persyaratan yang sangat mudah, yaitu dapat membawa dan menggunakan senjata, tidak pernah terlibat dalam kriminalitas, dan tidak perlu syarat izin membawa senjata.

Sementara itu, sejumlah besar warga Zionis dilaporkan telah menyerbu komplek Masjid al-Aqsa dengan dukungan polisi Israel.
Menurut laporan al-Mayadeen, mereka masuk dari Gerbang al-Mugharibah kemudian melakukan ritual Talmud dengan perlindungan secara masif dari pasukan Israel.

Hingga kini belum ada laporan lebih lanjut mengenai serbuan kaum Zionis ke tempat suci umat Islam tersebut.
Kamis kemarin Juru bicara gerakan Fatah Palestina, Nabil Abu Rudainah, menuding Israel sedang menjalan aksi-aksi yang dapat menggiring kawasan kepada perang bernuansa agama. (Baca juga: Fatah Tuding Israel Giring Kawasan Menuju Perang Bernuansa Agama)

(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL