bendungan mosulBaghdad, LiputanIslam.com – Pemerintah otonomi Kurdistan Irak mengakui bahwa Bendungan Mosul yang telah jatuh ke kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan bahwa sebanyak 150 pasukan Kurdi, Peshmerga, tewas dalam pertempuran melawan ISIS.

Pengakuan ini mengemuka setelah sebelumnya tersiar kabar simpang siur mengenai jatuh atau tidaknya bendungan terbesar di Irak itu ke tangan ISIS setelah terjadi pertempuran sengit Peshmerga melawan ISIS selama beberapa hari.

“ISIS hari ini (Jumat 8 Agustus) telah berhasil merebut Bendungan Mosul dalam upayanya menjangkau kawasan-kawasan strategis di dekat wilayah Kurdistan, dan mereka berhasil setelah menguasai bendungan ini. Kami mengakui bahwa senjata ISIS jauh lebih mutakhir daripada senjata yang dimiliki pasukan Peshmerga setelah ISIS merebut persenjataan pasukan Irak dan menjarah banyak harta,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Wilayah Otonomi Kurdistan, Fuad Hossein, sebagaimana dilansir kantor berita Anadolu.

Dia menambahkan bahwa dewasa ini ISIS berkonsentrasi di front Mosul dan Erbil.

“ISIS kini telah menjadi sebuah negara teroris yang tak diakui, dan mereka meminta bantuan kepada para pengikutnya di Suriah,” tutur Hossein.

Menurutnya, dalam pertempuan melawan ISIS sejak 9 Juni lalu Peshmerga telah mempersembahkan 150 martir. Selain itu, lebih dari 500 anggota Peshmerga juga menderita luka-luka.

Untuk diketahui, Bendungan Mosul merupakan bendungan terbesar di Irak dengan fungsi menyediakan pasokan listrik serta irigasi ke berbagai kawasan di Mosul. Banyak laporan menyebut jatuhnya bendungan ini ke tangan ISIS sebagai peristiwa fatal, sebab jika bendungan sampai jebol maka Mosul akan diterjang banjir bandang dan tenggelam selama beberapa jam, sebelum kemudian banjir setinggi 15 kaki juga akan menerjang Baghdad, ibu kota Irak.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari menyatakan bahwa ISIS dapat ditumpas dengan kerjasama lebih erat antara Erbil dan Baghdad.

“ISIS bukanlah kekuatan yang luar biasa dan tak terkalahkan. Suatu hari akan ada hasil-hasil signifikan,” tuturnya.

Zebari mengapreasi keterlibatan Amerika Serika (AS) dalam operasi penumpasan ISIS.

“Dukungan ini memperkuat mental pasukan Peshmerga dan memberikan perkembangan yang sepenuhnya baru di lapangan. Kami sekarang bermaksud merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS, dan dalam hal ini satu di antara dua kesatuan kelompok bersenjata ISIS sudah hancur total,” katanya.

Dia menilai pasukan Peshmerga membutuhkan senjata, informasi intelijen dan dukungan angkatan udara dalam perang melawan ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL