yaman demo akbarSanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansar Allah atau yang lebih dikenal dengan kelompok al-Houthi menuduh pemerintah Yaman telah melibatkan para ekstrimis takfiri, khususnya jaringan teroris al-Qaeda dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), untuk menumpas demonstran.

Menurut laporan Alalam, tuduhan tersebut dilontarkan oleh anggota Dewan Politik Ansar Allah, Daifullah al-Shami, Selasa (9/9).

Dia mengatakan bahwa unjuk rasa yang terjadi di dekat kantor pusat pemerintahan Yaman sebenarnya berlangsung damai, namun kementerian dalam negeri Yaman malah mendatangkan milisi ekstrimis takfiri, terutama al-Qaeda dan ISIS, ke kantor perdana menteri untuk membubarkan secara represif massa yang menggelar aksi konsentrasi secara damai.

Menurut al-Shami, pemerintah Yaman tidak patut mengambil keputusan demikian dan bertindak represif terhadap aspirasi rakyat. Dia meminta Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi agar memberikan penjelasan mengenai sikap dan keputusannya menembaki para pengunjuk rasa di Sanaa, ibu kota Yaman.

Berbagai sumber di Yaman Selasa kemarin melaporkan bahwa tindakan represif pemerintah mulai menumpahkan darah. Sebanyak tujuh demonstran dilaporkan tewas dan puluhan lainnya cidera di Sanaa terkena timah panas yang dilepaskan oleh aparat keamanan untuk membubarkan konsentrasi massa.

Belakangan ini, rakyat Yaman dari berbagai arah mengalir ke al-Tagheer Square di pusat kota Sanaa sebagai respon atas seruan pemimpin gerakan Ansar Allah, Abdel Malik al-Houthi, agar rakyat menunjukkan reaksi lebih tegas terhadap pemerintah.

Senin (8/9) al-Houthi merilis pesan panjang lebar berisikan seruan supaya revolusi anti pemerintah ditingkatkan sampai semua tuntutan sah rakyat Yaman terpenuhi. Dia mengancam akan menggunakan “opsi-opsi strategis” apabila pemerintah tetap bersikukuh menolak tuntutan rakyat.

Al-Houthi juga menegaskan bahwa orang-orang yang disebutnya sebagai koruptor tidak akan sanggup membendung gerakan rakyat untuk mewujudkan aspirasinya. Dia juga mengingatkan bahwa akan sangat besar resikonya apabila Partai Reformasi tetap bersikukuh mengabaikan kehendak rakyat.

Seperti diketahui, Sejak 14 Agustus lalu kelompok al-Houthi melangsungkan aksi demo dan konsentrasi dengan mendirikan tenda-tenda di sekitar gerbang-gerbang ibu kota Yaman, Sanaa, sebelum kemudian mendirikan tenda-tenda lain di dekat gedung pusat pemerintahan di pusat kota Sanaa.

Mereka juga menggerakkan unjuk rasa akbar yang menutup jalan-jalan protokol ibu kota. Mereka menuntut pemulihan subdisi bahan bakar minyak (BBM) dan bahkan mendesak mundur pemerintahan yang dinilainya gagal.

Kelompok al-Houthi yang beraliran Syiah Zaidiyah muncul sejak tahun 1992 di bawah pimpinan Hussein Badreddin al-Houthi yang terbunuh di tangan pasukan pemerintah tahun 2004. Peristiwa pembunuhan itu memicu enam perang yang terjadi dalam kurun waktu antara tahun 2004 hingga 2010 antara kelompok al-Houthi yang berbasis di Saadah di bagian utara Yaman dan pasukan pemerintah. Perang saudara itu menjatuhkan ribuan korban jiwa dan luka dari kedua belah pihak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL