NewYork, LiputanIslam.com –  Wakil tetap Suriah di PBB Bashar Jaafari, Rabu (2/4/2017), menyatakan bahwa gas sarin telah diselundupkan dari Libya ke Suriah melalui wilayah Turki. Dia juga menegaskan bahwa pasukan koalisi internasional dan Israel telah memberikan bantuan militer secara langsung kepada dua kelompok teroris besar Jabhat al-Nusra dan ISIS.

Hal tersebut dia kemukakan dalam sidang Dewan Keamanan PBB mengenai draf resolusi anti Suriah terkait dugaan serangan bom kimia di kota Khan Sheikhoun, provinsi Idlib, yang menewaskan puluhan orang pekan lalu.

“Bantuan militer secara langsung dan pantauan udara untuk kepentingan para teroris dilakukan bukan hanya oleh pasukan koalisi internasional, melainkan juga oleh Israel yang memberikan bantuan langsung kepada al-Nusra dan ISIS,” ungkapnya .

Mengenai penyelundupan gas sarin ke Suriah dia menjelaskan bahwa gas sarin sebanyak dua liter telah diselundupkan dari sebuah kota di Libya ke Suriah melalui Turki oleh seorang  warga negara Suriah bernama Haytham al-Kassar.

“Bagaimana bisa diterima tuduhan bahwa pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia sementara ia tidak memilikinya, dan organisasi internasionalpun mengaku telah memusnahkannya secara total,” lanjut  Jaafari.

Dia juga menegaskan, “Dalam menghadapi manipulasi ini pemerintah negara saya telah melayangkan surat kepada Ketua Organisasi Larangan Senjata Kimia supaya mengirim tim pencari fakta ke Suriah dan berkunjung ke Khan Sheikhun dan bandara Shayrat, karena kami ingin mengetahui siapa yang menggunakan senjata kimia.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL