arsal-map lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Anas Sharkas alias Abu Anas Ali al-Shishani, salah satu petinggi kelompok teroris takfiri Front al-Nusra yang isteri dan beberapa anaknya telah ditangkap oleh tentara Lebanon mengancam akan segera melakukan aksi penculikan perempuan dan anak-anak kecil Lebanon.

Ancaman ini dia kemukakan melalui sebuah rekaman video berdurasi 13 menit yang ditayangkan oleh beberapa TV Lebanon, termasuk al-Jadid. Dalam menggunakan topeng dan menyatakan keadaan tidak akan tentram sebelum isteri dan anak-anaknya dibebaskan.

Dia juga menegaskan bahwa Syekh Salim al-Rafi’i selaku ketua Dewan Ulama Muslim Lebanon bertanggungjawab penuh dalam masalah ini dan harus segera bertindak untuk membebaskan keluarganya.

“Jika isteri saya tidak segera dibebas, maka kaum perempuan dan anak-anak, khususnya dari kalangan Syiah dan tentara Lebanon, akan menjadi sasaran utama kami, dan kalian segera melihat buktinya” ancam Anas.

Lebih lanjut dia mengaku sebagai anak buah Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan menyebut-nyebut masalah penangkapan anak dan isteri al-Baghdadi oleh tentara Lebanon.

Dia menegaskan bahwa jika isteri al-Baghdadi tidak dibebaskan dengan mediasi Qatar maka Qatar tidak boleh lagi masuk ke wilayah pegunungan distrik Arsal di bagian timur laut Lebanon dekat perbatasan Suriah untuk merundingkan pembebasan tentara Lebanon yang disandera kawanan teroris.

Belum lama ini tentara Lebanon telah menangkap Alaa al-Aqili, warga negara Suriah yang menjadi isteri Anas, dan saudara Alaa, Rakan al-Aqili, yang menjadi salah satu gembong Front al-Nusra.

Koran as-Safir terbitan Lebanon melaporkan bahwa penangkapan isteri Anas telah membangkit gelombang protes dari para syeikh garis keras yang menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok teroris bersenjata di wilayah pegunungan Arsal. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL